Prabowo Sampaikan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada Umat Muslim
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Indonesia. Ucapan tersebut menjadi pesan awal pemerintah dalam menyambut pergantian tahun dalam kalender Hijriah yang sarat dengan makna refleksi, pembaruan diri, dan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
Baca Juga “Sukseskan Gerakan 100.000 Khatam Al-Qur’an, Penyuluh Agama KUA Sindang Kelingi Ambil Peran Aktif“
Ucapan selamat dari Presiden Prabowo disampaikan melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat memberikan keterangan di kediaman Presiden di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu.
“Izinkan kami mewakili Bapak Presiden dan mewakili pemerintah menyampaikan selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Islam yang merayakan,” ujar Prasetyo.
Peringatan Tahun Baru Islam menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk mengenang peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah menuju Madinah. Peristiwa tersebut tidak hanya menjadi penanda perubahan dalam sejarah Islam, tetapi juga mencerminkan semangat transformasi, persatuan, serta pembangunan masyarakat yang lebih berkeadaban.
Prabowo Bahas Laporan Haji 2026 dan Persiapan SDM di Hambalang
Dalam kesempatan yang sama, Prasetyo juga menyampaikan agenda Presiden Prabowo di Hambalang pada hari tersebut. Presiden menerima laporan mengenai pelaksanaan ibadah haji Indonesia tahun 2026 sebagai bagian dari evaluasi dan peningkatan pelayanan bagi jemaah haji Indonesia.
Selain pembahasan mengenai penyelenggaraan ibadah haji, Presiden turut mengundang sejumlah menteri untuk melaporkan perkembangan program strategis pemerintah. Salah satu menteri yang hadir adalah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.
Pertemuan tersebut membahas kesiapan sumber daya manusia Indonesia melalui berbagai program pendidikan, pelatihan, serta penguatan kapasitas di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pemerintah juga menerima pembaruan mengenai sejumlah kerja sama strategis yang berkaitan dengan pengembangan teknologi serta pengelolaan mineral kritis, termasuk logam tanah jarang yang memiliki peran penting dalam industri teknologi modern dan transisi energi global.
Menteri Agama Ajak Umat Jadikan Muharram Sebagai Momentum Transformasi
Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai waktu yang tepat untuk melakukan perubahan diri sekaligus memperbaiki kehidupan sosial masyarakat.
Menurut Nasaruddin, makna hijrah tidak hanya dipahami sebagai perpindahan fisik Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Hijrah juga menggambarkan perubahan sistem sosial dari komunitas yang terbatas menuju masyarakat yang lebih terbuka, beragam, dan dibangun atas dasar kasih sayang.
“Hijrah adalah transformasi sistem kemasyarakatan, dari masyarakat kabilah yang sempit dan primordial menuju masyarakat umat yang global, kosmopolitan, serta diikat oleh kasih sayang,” kata Nasaruddin.
Ia menjelaskan bahwa dalam kehidupan sosial terdapat berbagai bentuk komunitas, seperti kabilah yang didasarkan pada hubungan darah, sya’abun yang berlandaskan ikatan keluarga besar, qawmun yang terbentuk melalui kesepakatan sosial dan organisasi, serta hizbun yang merujuk pada kelompok atau partai politik.
Menurut Nasaruddin, sebuah komunitas dapat disebut sebagai umat apabila memiliki empat unsur utama, yaitu kasih sayang antarsesama, visi bersama menuju masa depan, kepemimpinan yang dihormati, serta masyarakat yang santun dan taat dalam satu sistem kepemimpinan yang disebut imamah.
“Kalau keempat unsur itu ada dalam satu komunitas, barulah layak disebut umat,” ujarnya.
Tahun Baru Islam Jadi Momen Refleksi dan Penguatan Persatuan
Menteri Agama mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai Tahun Baru Islam sebagai kesempatan melakukan introspeksi terhadap kondisi pribadi maupun kehidupan sosial. Semangat hijrah diharapkan mampu mendorong lahirnya masyarakat yang lebih inklusif, toleran, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Pesan tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan 1 Muharram, yaitu meninggalkan kebiasaan yang kurang baik dan membangun peradaban yang lebih maju. Melalui semangat hijrah, pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bersama-sama memperkuat persatuan serta menghadapi berbagai tantangan bangsa di masa depan.
Baca Juga “Transformasi KUA ciptakan kehidupan beragama maslahat (bagian 2)“




Leave a Reply