SAKA Perkuat Eksplorasi WK Pekawai untuk Temukan Cadangan Migas Baru
PT Saka Energi Indonesia (SAKA) memperkuat kegiatan eksplorasi di Wilayah Kerja (WK) Pekawai, Kalimantan Timur, untuk menemukan potensi cadangan minyak dan gas bumi (migas) baru. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung ketahanan energi nasional.
SAKA menyiapkan pengeboran satu sumur eksplorasi pada kuartal III 2026. Program tersebut menjadi langkah strategis perusahaan untuk membuktikan potensi sumber daya migas di wilayah kerja yang dikelolanya.
SAKA Siapkan Pengeboran Sumur Eksplorasi pada 2026
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA, Fuji Koesumadewi, mengatakan WK Pekawai menjadi salah satu aset eksplorasi strategis perusahaan. Menurut dia, wilayah tersebut memiliki prospek yang cukup menjanjikan.
“WK Pekawai merupakan salah satu aset eksplorasi strategis SAKA yang memiliki prospek cukup menjanjikan. Melalui berbagai kegiatan eksplorasi yang dilakukan secara bertahap dan terukur, kami berupaya memaksimalkan potensi migas di wilayah kerja ini,” ujar Fuji dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
SAKA mengelola WK Pekawai melalui PT Saka Energi Sepinggan. Pemerintah melalui SKK Migas menetapkan SAKA sebagai operator WK tersebut dengan skema gross split pada 16 Mei 2018.
WK Pekawai memiliki luas sekitar 1.555 kilometer persegi. Wilayah eksplorasinya mencakup kawasan darat atau onshore serta lepas pantai atau offshore.
baca juga: Bapanas Gelar 6.589 Gerakan Pangan Murah Hingga Juli 2026, di Sini Lokasinya
Eksplorasi Identifikasi Prospek Saka Manpatu dan Hanna
SAKA telah menjalankan sejumlah kegiatan geologi dan geofisika untuk memetakan potensi migas di WK Pekawai. Kegiatan tersebut berhasil mengidentifikasi dua prospek utama di wilayah lepas pantai, yaitu Prospek Saka Manpatu (SM)-1 dan Prospek Hanna.
Sejak 2022, SAKA bersinergi dengan Pertamina Hulu Mahakam (PHM) untuk mematangkan kedua prospek tersebut. Kolaborasi itu menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kualitas kajian sebelum memasuki tahapan pengeboran.
Pada 2024, SAKA juga memperoleh persetujuan Perpanjangan Jangka Waktu Eksplorasi (PJWE) hingga 15 Mei 2028. Perpanjangan tersebut memberikan ruang bagi perusahaan untuk menjalankan program eksplorasi secara lebih komprehensif.
Pada awal 2026, SAKA mendapat persetujuan dari PGN untuk melakukan pengeboran sumur appraisal SM-1. Sumur tersebut memiliki target kedalaman sekitar 12.000 kaki dan menjadi bagian dari pemenuhan komitmen pasti eksplorasi.
Pengeboran SM-1 diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai keberadaan sumber daya migas di WK Pekawai. Hasilnya juga berpotensi membuka peluang pengembangan melalui skema unitisasi bersama PHM.
Selain pengeboran, SAKA menjalankan survei geologi dan geokimia di area darat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program geologi dan geofisika yang ditargetkan selesai pada 2026.
Posisi WK Pekawai Dekat Lapangan Migas Produktif
Potensi WK Pekawai turut didukung karakteristik geologi yang berkesinambungan dengan Lapangan Manpatu. Lapangan tersebut dikelola PHM dan telah memiliki Plan of Development (POD).
Sekitar 10–24 persen struktur Lapangan Manpatu berada di dalam wilayah WK Pekawai. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar keyakinan bahwa hidrokarbon yang telah teridentifikasi di Lapangan Manpatu dapat berlanjut menuju area WK Pekawai.
“Rencana pengeboran sumur eksplorasi menjadi salah satu tonggak penting untuk membuktikan potensi sumber daya yang ada sekaligus membuka peluang pengembangan lebih lanjut,” kata Fuji.
WK Pekawai juga berada di antara sejumlah lapangan migas produktif, termasuk Manpatu, E. Mandu, dan Jempang Metulang. Kedekatan tersebut memperkuat prospek WK Pekawai sebagai salah satu aset eksplorasi strategis SAKA.
Keberhasilan program eksplorasi akan menjadi faktor penting dalam menentukan langkah pengembangan berikutnya. Data hasil pengeboran, kajian geologi, serta evaluasi sumber daya akan menjadi dasar untuk menilai kelayakan pengembangan potensi migas di wilayah tersebut.
SAKA berharap rangkaian kegiatan eksplorasi tersebut dapat meningkatkan kepastian sumber daya sekaligus membuka peluang tambahan pasokan migas. Upaya itu sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk menjaga ketersediaan energi melalui penemuan dan pengembangan sumber daya domestik.
baca juga: Saka Energi catat hasil positif pemboran sumur UPA-17ST di WK Pangkah




Leave a Reply