bikersleatherjacket – Gempa bumi tektonik mengguncang Sinabang, Simeulue, Aceh, pada Kamis (27/11/2025) pukul 11.56 WIB. BMKG melaporkan gempa berpusat di laut dekat Simeulue dengan kedalaman dangkal. Peristiwa ini menarik perhatian karena wilayah tersebut berada di zona aktif pertemuan lempeng.
BMKG Jelaskan Penyebab dan Dampak Gempa Simeulue
BMKG menyebut gempa dipicu aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke bawah Lempeng Eurasia. Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan naik. Proses ini menggambarkan karakter gempa dangkal yang sering terjadi di zona subduksi barat Sumatra.
Episenter gempa berada di koordinat 2,61 LU dan 95,83 BT. Lokasinya satu kilometer di selatan Simeulue pada kedalaman 14 kilometer. Kedalaman dangkal sering menghasilkan guncangan yang mudah dirasakan masyarakat pesisir. Namun, hasil pemodelan BMKG menegaskan gempa ini tidak memicu tsunami.
Dalam beberapa tahun terakhir, Aceh dan Sumatra Barat tercatat sebagai wilayah dengan aktivitas seismik tinggi. Hal ini dipengaruhi interaksi kuat antar lempeng yang membentuk Sesar Mentawai dan zona megathrust Sumatra. BMKG mengingatkan masyarakat untuk memahami potensi gempa di wilayah pesisir barat.
BMKG juga menyarankan warga memantau informasi resmi melalui kanal lembaga. Edukasi kesiapsiagaan diperlukan untuk mengurangi risiko saat terjadi gempa berikutnya. Peningkatan kualitas bangunan dan pemahaman jalur evakuasi menjadi langkah penting bagi masyarakat.
“Baca juga : Boeing Defense Rekrut Pegawai Baru Usai Aksi Mogok”
Guncangan Gempa Terasa di Aceh hingga Sumatra Utara
Gempa yang mengguncang Simeulue turut dirasakan di banyak wilayah lain di Aceh dan Sumatra Utara. BMKG mencatat intensitas guncangan bervariasi sesuai jarak dan kondisi geologi tiap daerah. Peristiwa ini menunjukkan luasnya jangkauan getaran gempa dangkal di zona subduksi barat Sumatra.
BMKG Laporkan Sebaran Intensitas dan Enam Gempa Susulan
BMKG melaporkan gempa dirasakan kuat di Simeulue dengan intensitas IV MMI. Guncangan juga terasa di Aceh Selatan dengan skala III–IV MMI. Beberapa wilayah lain seperti Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Tenggara, Abdya, hingga Singkil merasakan intensitas III MMI.
Guncangan juga mencapai Kabanjahe, Berastagi, Tiganderket, Pidie, dan Lhokseumawe. Daerah tersebut merasakan skala II–III MMI. Getaran lemah teridentifikasi di Kota Medan dan Silangit dengan intensitas II MMI. Sebaran intensitas ini menunjukkan karakter gelombang gempa dangkal yang menyebar cepat ke wilayah luas.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyampaikan bahwa wilayah Aceh dan Sumatra Utara memang sering merasakan gempa dari sumber megathrust. Ia menegaskan bahwa pemantauan terus dilakukan untuk melihat perkembangan aktivitas seismik di sekitar Simeulue.
Hingga pukul 13.00 WIB, BMKG mencatat enam gempa susulan dengan magnitudo terbesar M4,8. Aktivitas susulan seperti ini merupakan hal wajar setelah gempa utama di zona subduksi. BMKG mengingatkan warga agar tetap tenang namun waspada terhadap potensi guncangan lanjutan.
Lembaga juga mendorong masyarakat memantau informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh kabar tanpa sumber jelas. Penguatan kesiapsiagaan dan pemahaman intensitas MMI dinilai penting untuk mengurangi risiko saat terjadi gempa berikutnya di wilayah rawan ini.
“Baca juga : PT Pertamina Dukung Perempuan Adat Kasimle Kelola SDA Lokal”




Leave a Reply