Dijanjikan Kerja di Inggris, Pemuda Nigeria Jadi Korban Perdagangan Organ
Seorang pemuda asal Nigeria menjadi korban kejahatan lintas negara bermodus tawaran kerja.
Ia dijanjikan pekerjaan legal di Inggris dengan gaji tinggi dan proses cepat.
Tawaran tersebut membuat korban meninggalkan negaranya demi masa depan lebih baik.
Setelah tiba di Eropa, korban tidak dibawa ke tempat kerja yang dijanjikan.
Pelaku justru menahan dokumen perjalanan dan membatasi pergerakan korban.
Korban kemudian diberi tahu harus menjalani prosedur medis tertentu.
Pelaku memaksa korban mendonorkan ginjalnya untuk pihak lain.
Tindakan tersebut dilakukan tanpa persetujuan bebas dan informasi medis memadai.
Korban mengalami tekanan psikologis dan ancaman selama proses berlangsung.
Korban akhirnya menjalani operasi donor ginjal secara ilegal.
Ia tidak menerima perawatan pascaoperasi yang layak dan mengalami komplikasi kesehatan.
Kondisinya memburuk hingga akhirnya mencari bantuan otoritas setempat.
Polisi setempat mengungkap kasus ini sebagai bagian jaringan perdagangan manusia.
Penyelidikan menunjukkan pelaku menargetkan pemuda rentan dari Afrika.
Modus serupa dilaporkan terjadi di beberapa negara Eropa.
Seorang pejabat kepolisian menyatakan kasus ini melanggar hukum internasional.
Ia menegaskan perdagangan organ merupakan kejahatan serius dengan ancaman hukuman berat.
Pihak berwenang kini memburu pelaku lain yang terlibat jaringan tersebut.
Data Organisasi Kesehatan Dunia mencatat perdagangan organ masih menjadi masalah global.
Korban sering berasal dari kelompok ekonomi lemah dan minim akses informasi.
Kejahatan ini kerap menyamar sebagai tawaran kerja atau bantuan migrasi.
Kasus ini menjadi peringatan bagi pencari kerja internasional.
Pemerintah Nigeria dan Inggris didorong memperkuat edukasi dan pengawasan migrasi.
Kerja sama lintas negara diharapkan mencegah kejahatan serupa terulang.
Pemeriksaan Kesehatan Palsu
Kebohongan ini masih belum diketahui, pemeriksaan yang dijalani juga diyakini sedang membuat visa untuknya pergi. Setelah tiba di lokasi, ia tetap berada di bawah pengawasan ketat dan masih tidak mengetahui pekerjaan apa yang akan didapatkan.
Wanita Nigeria berusia 25 tahun ini sedang menderita gagal ginjal dan membutuhkan transplantasi segera. Kedua orang tuanya yang terlibat dalam rangkaian kasus perdagangan organ terhadap Charles, yaitu seorang politisi senior terkenal Charlon [65] strinya, Brigitte [57].
Meski sempat dibawa ke rumah sakit, pengadilan menilai Charles tidak pernah memberikan persetujuan yang sah karena seluruh proses dijalankan melalui tipu daya dan tekanan.
Baca juga:“Thailand Berlakukan Jam Malam Saat Bentrokan dengan Kamboja Belum Mereda”




Leave a Reply