bikersleatherjacket – Iran sedang meninjau proposal Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Teluk. Namun, Iran tidak berniat mengadakan pembicaraan langsung untuk mengakhiri konflik Timur Tengah yang semakin meluas. Komentar Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi ini menunjukkan adanya kesediaan Teheran untuk bernegosiasi mengakhiri perang jika tuntutannya dipenuhi.
“Mereka menyampaikan ide-ide dalam pesan mereka yang telah disampaikan kepada otoritas tertinggi, dan jika perlu, mereka akan mengumumkan sikap mereka,” kata Araqchi di televisi pemerintah, Rabu (25/3/2026), seperti dikutip Reuters.
Araqchi menegaskan bahwa pertukaran pesan melalui mediator ini tidak berarti negosiasi dengan Amerika Serikat. Iran membedakan antara menerima proposal dan melakukan perundingan langsung. Sikap ini mencerminkan ketidakpercayaan Teheran terhadap Washington setelah bertahun-tahun ketegangan.
Proposal AS disampaikan melalui perantara diplomatik, kemungkinan melalui negara-negara seperti Oman atau Qatar yang kerap menjadi mediator. Iran menyatakan akan mengumumkan sikap resmi setelah kajian terhadap proposal tersebut selesai dilakukan oleh otoritas tertinggi negara.
Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi konflik yang telah memasuki pekan kelima. Amerika Serikat sebelumnya mengumumkan penghentian serangan sementara terhadap infrastruktur energi Iran. Presiden Donald Trump mengklaim adanya pembicaraan yang “produktif”, namun klaim tersebut dibantah Iran.
Pakistan sebelumnya menawarkan diri sebagai penengah dan tuan rumah pembicaraan. Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyatakan kesiapan Islamabad memfasilitasi pertemuan tingkat tinggi. Namun hingga saat ini, Iran masih menolak pertemuan langsung dengan perwakilan AS.
Di tengah upaya diplomatik, ketegangan militer masih berlangsung. Amerika Serikat mengirim ribuan pasukan tambahan dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke kawasan. Jumlah personel militer AS di Timur Tengah kini diperkirakan mencapai lebih dari 50.000 orang.
Dukungan publik di dalam negeri AS terhadap operasi militer ini cenderung rendah. Survei Reuters/Ipsos menunjukkan hanya 35 persen warga AS yang menyetujui serangan terhadap Iran. Tingkat penolakan meningkat menjadi 61 persen, menunjukkan sentimen yang berkembang di masyarakat.
Sementara itu, konflik yang dimulai pada 28 Februari lalu telah menelan banyak korban. Serangan AS dan Israel terhadap Iran disebut telah menyasar ribuan target. Iran membalas dengan serangan drone dan rudal ke berbagai wilayah termasuk Israel dan negara-negara Teluk.
Dunia internasional terus memantau perkembangan situasi ini. Upaya diplomatik melalui negara-negara mediator masih terus berlangsung. Namun kesenjangan kepercayaan antara kedua pihak masih menjadi hambatan utama menuju kesepakatan damai.
“Baca Juga : AS Siapkan 4.000 Pasukan Tambahan ke Timur Tengah“
Iran Tinjau Proposal AS, Namun Tolak Negosiasi Langsung
Iran sedang meninjau proposal Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Teluk. Namun, Iran tidak berniat mengadakan pembicaraan langsung untuk mengakhiri konflik Timur Tengah yang semakin meluas. Komentar Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi ini menunjukkan adanya kesediaan Teheran untuk bernegosiasi mengakhiri perang jika tuntutannya dipenuhi.
“Mereka menyampaikan ide-ide dalam pesan mereka yang telah disampaikan kepada otoritas tertinggi, dan jika perlu, mereka akan mengumumkan sikap mereka,” kata Araqchi di televisi pemerintah, Rabu (25/3/2026), seperti dikutip Reuters.
Pasar saham global kembali pulih pada Rabu (25/3/2026) setelah laporan bahwa Washington telah mengirimkan proposal tersebut ke Iran. Harga minyak juga turun seiring dengan optimisme investor. Mereka berharap berakhirnya perang yang telah mengganggu pasokan energi global dan berisiko memicu inflasi. Respons pasar menunjukkan bahwa prospek diplomasi disambut positif oleh para pelaku ekonomi.
Araqchi menegaskan bahwa pertukaran pesan melalui mediator ini tidak berarti negosiasi dengan Amerika Serikat. Iran membedakan antara menerima proposal dan melakukan perundingan langsung. Sikap ini mencerminkan ketidakpercayaan Teheran terhadap Washington setelah bertahun-tahun ketegangan.
Sementara itu, Pentagon berencana mengirim ribuan pasukan lintas udara ke Teluk. Langkah ini untuk memberi Presiden Trump lebih banyak pilihan dalam memerintahkan serangan darat, menurut sumber yang dikutip Reuters. Dua kontingen Marinir sudah dalam perjalanan menuju kawasan. Unit Marinir pertama, di atas kapal serbu amfibi besar, diperkirakan akan tiba sekitar akhir bulan.
Iran dapat membuka front baru di muara Laut Merah jika serangan dilakukan di wilayahnya. Demikian pernyataan kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, mengutip sumber militer yang tidak disebutkan namanya pada hari Rabu. Sumber tersebut mengatakan Iran memiliki kemampuan untuk menimbulkan “ancaman yang kredibel” di Selat Bab al-Mandab. Selat ini terletak di antara Yaman dan Djibouti, merupakan jalur pelayaran strategis.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengatakan negaranya akan menyerang negara tetangga yang tidak disebutkan namanya. Ancaman ini akan dilakukan jika negara tersebut bekerja sama dengan upaya “musuh” untuk menduduki salah satu pulau Iran. Pernyataan ini menambah ketegangan di tengah upaya diplomatik yang masih berlangsung.
Proposal AS disampaikan melalui perantara diplomatik, kemungkinan melalui negara-negara seperti Oman atau Qatar yang kerap menjadi mediator. Iran menyatakan akan mengumumkan sikap resmi setelah kajian terhadap proposal tersebut selesai dilakukan oleh otoritas tertinggi negara.
Di tengah upaya diplomatik, ketegangan militer masih berlangsung. Amerika Serikat telah mengirim ribuan pasukan tambahan dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke kawasan. Jumlah personel militer AS di Timur Tengah kini diperkirakan mencapai lebih dari 50.000 orang.
Dunia internasional terus memantau perkembangan situasi ini. Upaya diplomatik melalui negara-negara mediator masih terus berlangsung. Namun kesenjangan kepercayaan antara kedua pihak masih menjadi hambatan utama menuju kesepakatan damai. Pasar global akan terus mencermati perkembangan dari proposal yang tengah dikaji Iran ini.
“Baca Juga : Trump: AS Akan Ambil Uranium Iran Jika Sepakat“




Leave a Reply