bikersleatherjacket.com -Kementerian Luar Negeri Iran mengecam tindakan militer Amerika Serikat terhadap Venezuela. Iran menilai langkah tersebut melanggar hukum internasional dan prinsip Piagam PBB.
Menurut pernyataan resmi yang dikutip kantor berita IRNA, serangan AS merupakan pelanggaran jelas Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB. Pasal ini melarang penggunaan kekuatan terhadap kedaulatan negara lain.
“Serangan militer AS adalah contoh klasik tindakan agresi yang harus segera dikutuk oleh PBB dan semua negara yang peduli hukum internasional,” ujar kementerian tersebut.
Iran menekankan bahwa agresi ini tidak hanya mengancam Venezuela, tetapi juga berdampak pada perdamaian dan keamanan regional serta sistem internasional secara keseluruhan. Mereka memperingatkan bahwa tindakan semacam ini mempercepat pengikisan tatanan dunia yang berlandaskan Piagam PBB.
Selain itu, Iran menegaskan hak Venezuela untuk mempertahankan kedaulatan nasional, integritas wilayah, dan menentukan nasib sendiri. Pernyataan ini menekankan tanggung jawab hukum dan moral bagi negara lain dan organisasi internasional, khususnya PBB, untuk menghentikan agresi.
Kementerian Luar Negeri Iran menyerukan agar Dewan Keamanan PBB segera mengambil langkah konkret. Tujuannya adalah menghentikan pelanggaran hukum internasional dan menegakkan supremasi hukum, perdamaian, serta keamanan global.
Baca juga:“Zohran Mamdani Sudah Bikin Israel Kesal di Hari Pertama Menjabat sebagai Walkot New York City”
Trump Klaim Penangkapan Presiden Venezuela dalam Serangan Militer AS
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan pihaknya berhasil melancarkan operasi militer berskala besar terhadap Venezuela. Menurut Trump, Presiden Nicolas Maduro dan istrinya berhasil ditangkap.
Dalam unggahannya di platform Truth Social, Trump menulis, “AS telah berhasil melaksanakan operasi serangan berskala besar terhadap Venezuela. Presiden Nicolas Maduro bersama istrinya berhasil ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara itu.”
Trump menambahkan bahwa operasi ini dilakukan bekerja sama dengan aparat penegak hukum AS. Rincian lebih lanjut akan diumumkan dalam konferensi pers di Mar-a-Lago pada pukul 11.00 waktu setempat.
Belum ada konfirmasi independen dari pihak Venezuela maupun lembaga internasional terkait klaim ini. Situasi politik dan keamanan di Venezuela diperkirakan akan memicu respons diplomatik dari berbagai negara.
Analis politik menilai, jika klaim ini benar, penangkapan pemimpin sebuah negara berdaulat akan menimbulkan implikasi serius bagi hukum internasional dan tatanan diplomasi global.
Sebelumnya, Iran dan beberapa negara lain telah mengecam agresi militer AS terhadap Venezuela, menekankan pelanggaran hukum internasional dan hak kedaulatan nasional. Pernyataan Trump kemungkinan akan memperburuk ketegangan diplomatik di wilayah Amerika Latin.
Meski klaim ini viral, publik dan media internasional disarankan menunggu verifikasi independen. Hingga saat ini, sumber resmi dari PBB maupun organisasi internasional lain belum memberikan konfirmasi.
Venezuela Kecam Serangan Militer AS, Serukan Solidaritas Nasional
Kedutaan Besar Venezuela mengecam serangan militer Amerika Serikat sebagai pelanggaran berat hukum internasional. Mereka menilai tindakan itu mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan.
Menurut pernyataan resmi, “Serangan yang tidak dapat dibenarkan ini merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional serta ancaman nyata bagi perdamaian dan stabilitas di Amerika Latin dan Karibia.”
Pemerintah Venezuela menekankan bahwa agresi tersebut menargetkan kedaulatan negara dan berpotensi merampas sumber daya strategis. Langkah ini dinilai melemahkan kemerdekaan bangsa.
Kedubes juga menyerukan agar seluruh gerakan sosial dan politik bersatu mengecam agresi AS. Mereka menekankan pentingnya mobilisasi dan solidaritas untuk mempertahankan tanah air dan martabat bangsa.
“Bersama-sama, kita akan melawan dan mengatasi tantangan ini, serta menjaga hak kami untuk menentukan nasib sendiri,” tambah pernyataan resmi.
Para analis politik menilai respons Venezuela mencerminkan upaya diplomatik dan domestik untuk membangun legitimasi dan dukungan nasional menghadapi tekanan internasional.
Secara keseluruhan, reaksi resmi Venezuela menunjukkan ketegangan diplomatik yang meningkat antara AS dan negara-negara Amerika Latin. Solidaritas internal menjadi kunci menghadapi potensi konflik lebih luas.
Baca juga:“Perayaan Tahun Baru Berujung Maut: Lilin Kembang Api Diduga Picu Kebakaran Bar di Swiss”




Leave a Reply