bikersleatherjacket.com -Amerika Serikat mengonfirmasi serangan terhadap kapal perang Iran di Samudera Hindia. Kapal selam militer AS dilaporkan menenggelamkan kapal tempur tersebut dalam operasi militer terbaru. Insiden ini menambah perhatian internasional terhadap dinamika keamanan di kawasan laut strategis tersebut.
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyampaikan konfirmasi tersebut dalam konferensi pers pada Rabu. Ia menjelaskan bahwa operasi dilakukan terhadap kapal perang Iran yang berada di perairan internasional. Menurutnya, kapal tersebut dianggap sebagai target militer yang bernilai strategis.
“Kemarin di Samudera Hindia, kapal selam Amerika Serikat menenggelamkan kapal perang Iran yang merasa aman di perairan internasional,” kata Hegseth saat menjelaskan operasi tersebut.
Ia juga menyebut bahwa kapal yang diserang merupakan salah satu aset militer penting Iran. Dalam keterangannya, Hegseth menyatakan kapal tersebut dikenal sebagai kapal perang Soleimani. Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari operasi militer yang lebih luas.
Insiden ini juga melibatkan respons kemanusiaan dari negara lain di kawasan. Pemerintah Sri Lanka mengonfirmasi keterlibatan pasukan militernya dalam proses penyelamatan korban. Angkatan laut dan angkatan udara Sri Lanka membantu mengevakuasi awak kapal yang selamat.
Menteri Luar Negeri Sri Lanka Vijitha Herath mengatakan tim penyelamat menemukan sejumlah awak kapal setelah insiden tersebut. Para korban kemudian dibawa ke fasilitas medis untuk mendapatkan perawatan.
“Angkatan laut dan angkatan udara Sri Lanka membantu mengevakuasi awak kapal Iran yang tenggelam di Samudera Hindia,” kata Herath.
Sebanyak 30 awak kapal dilaporkan berhasil diselamatkan dari lokasi kejadian. Mereka segera dipindahkan ke rumah sakit di Sri Lanka untuk menjalani perawatan medis. Proses evakuasi berlangsung dengan dukungan berbagai unsur militer.
Baca juga:“Penerbangan Langsung ke Jeddah Aman Meski Konflik Timur Tengah Memanas”
Serangan Kapal Selam di Samudera Hindia Picu Korban di Kapal Perang Iran
Serangan terhadap kapal tempur Iran di Samudera Hindia memicu korban besar di antara awak kapal. Otoritas Sri Lanka melaporkan puluhan korban luka dan lebih dari seratus awak masih hilang. Insiden ini terjadi di perairan lepas pantai Sri Lanka dan memicu operasi penyelamatan darurat.
Laporan Reuters mengutip sumber di Kementerian Pertahanan Sri Lanka terkait perkembangan tersebut. Sumber itu menyebut sedikitnya 78 orang mengalami luka-luka akibat serangan. Sementara itu, 101 awak kapal dilaporkan masih dalam pencarian.
Menteri Luar Negeri Sri Lanka Vijitha Herath menjelaskan bahwa sinyal darurat diterima pada pukul 05.08 pagi waktu setempat. Sinyal tersebut mengindikasikan kapal Angkatan Laut Iran mengalami insiden serius. Kapal yang dimaksud bernama IRIS Dena.
Menurut Herath, kapal tersebut tenggelam di Samudera Hindia di luar batas perairan teritorial Sri Lanka. Meski berada di perairan internasional, otoritas Sri Lanka tetap merespons permintaan bantuan. Operasi pencarian dan penyelamatan segera dikerahkan setelah sinyal diterima.
Data awal menunjukkan sekitar 180 kru berada di atas kapal saat insiden terjadi. Dari jumlah tersebut, puluhan awak dilaporkan mengalami kondisi kritis. Sebanyak 30 kru yang selamat langsung mendapatkan perawatan medis setelah dievakuasi.
Evakuasi Korban Kapal Iran di Samudera Hindia Usai Serangan
Pasukan Angkatan Laut Sri Lanka berhasil mengevakuasi awak kapal Iran yang tenggelam di Samudera Hindia. Operasi penyelamatan dilakukan setelah sinyal darurat diterima otoritas setempat. Puluhan kru berhasil diselamatkan meski kapal utama sudah tidak terlihat di lokasi.
Kepala Operasi Penyelamatan, Sampath, menjelaskan proses evakuasi dalam konferensi pers, sebagaimana dikutip Newswire. Tim menemukan para korban mengapung di laut dan langsung mengevakuasi mereka ke kapal penyelamat.
“Kami menemukan para korban mengapung di laut dan menyelamatkan mereka. Setelah menanyakan, diketahui mereka berasal dari kapal Iran,” ujar Sampath. Para korban kemudian dibawa ke RS Pendidikan Karapitiya untuk mendapatkan pertolongan medis.
Sampath menambahkan bahwa ketika tim AL Sri Lanka tiba di lokasi, kapal Iran yang diserang tidak terlihat. Yang tampak hanyalah sisa tumpahan minyak di permukaan laut. Hal ini menunjukkan kapal mengalami kerusakan parah atau tenggelam sepenuhnya.
Proses evakuasi mengikuti prosedur standar Konvensi Internasional Pencarian dan Penyelamatan Maritim (SAR). Sri Lanka berkewajiban memberikan bantuan kemanusiaan bagi kapal yang menghadapi kondisi darurat, meski berada di perairan internasional.
Sekitar 30 korban berada dalam kondisi kritis saat dievakuasi. Tim medis langsung memberikan perawatan intensif. Langkah ini memastikan korban mendapat bantuan medis cepat sebelum dibawa ke rumah sakit lanjutan.
Insiden ini terjadi setelah kapal selam Amerika Serikat menembak kapal perang Iran di Samudera Hindia. Serangan militer tersebut menimbulkan korban dan menjadi perhatian internasional terkait ketegangan militer di kawasan.
Sri Lanka menegaskan komitmen kemanusiaannya untuk menolong awak kapal tanpa memandang asal negara. Tindakan ini penting untuk menjaga standar keselamatan maritim global dan membantu korban dalam kondisi kritis.
Baca juga:“Lebih dari 904.000 Jamaah Jalani Umrah pada Hari Keempat Ramadhan”




Leave a Reply