bikersleatherjacket – Rombongan Kapolda Papua Tengah Brigjen Alfred Papare diserang oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Paniai, Papua Tengah. Insiden tersebut terjadi saat rombongan tengah meninjau lokasi penembakan sebelumnya yang menewaskan seorang warga sipil. Akibat serangan itu, empat anggota kepolisian mengalami luka-luka.
Serangan terjadi pada Minggu (19/10/2025) ketika rombongan Kapolda bergerak dari Nabire menuju Topo. Di tengah perjalanan, KKB melepaskan tembakan ke arah kendaraan yang ditumpangi aparat. Peluru mengenai bagian belakang mobil rombongan dan menyebabkan beberapa anggota terkena serpihan.
Dua korban luka, yakni Kasat Lantas Polres Nabire Iptu Hardiman Sirait (45) dan Bripka Laode Munafrin Isra (30), saat ini menjalani operasi di RSUD Nabire. Sementara dua anggota lainnya mendapat perawatan intensif akibat luka ringan. Berdasarkan laporan sementara, pelaku penyerangan diduga berasal dari kelompok KKB pimpinan Aibon Kogoya yang kerap beroperasi di wilayah pegunungan tengah Papua.
Pihak kepolisian segera memperketat pengamanan di sekitar lokasi kejadian dan melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku. “Situasi sudah terkendali. Anggota yang terluka mendapat penanganan medis, dan kami terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi,” ujar seorang pejabat Polda Papua Tengah yang enggan disebutkan namanya.
Insiden ini menambah daftar panjang serangan terhadap aparat keamanan di wilayah Papua Tengah. Pihak kepolisian berkomitmen menjaga stabilitas keamanan dan terus berkoordinasi dengan TNI untuk menindak tegas kelompok bersenjata yang mengancam keselamatan masyarakat.
POLISI PERKETAT PENGAMANAN DAN BURU PELAKU PENEMBAKAN
Pasca serangan terhadap rombongan Kapolda, aparat gabungan langsung meningkatkan kewaspadaan di sejumlah titik rawan. Pos pengamanan di sekitar Nabire dan Paniai diperkuat guna mencegah serangan susulan.
Tim investigasi juga dikirim ke lokasi untuk mengumpulkan bukti dan mengidentifikasi jejak pelaku. Menurut data kepolisian, kelompok Aibon Kogoya terlibat dalam beberapa aksi penyerangan terhadap warga sipil dan aparat di wilayah tersebut.
Kepolisian mengimbau masyarakat tetap tenang dan melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar tempat tinggal mereka. Upaya pendekatan persuasif kepada masyarakat lokal juga terus dilakukan guna mempersempit ruang gerak KKB.
Dengan langkah cepat ini, aparat berharap situasi keamanan di Papua Tengah segera pulih. Polisi memastikan proses hukum akan berjalan hingga para pelaku penembakan terhadap rombongan Kapolda ditangkap dan diadili sesuai ketentuan yang berlaku.
“Baca juga : Turis Bule Dikeroyok di Thailand Gegara Ganggu Warga Lokal”
EMPAT ANGGOTA POLRI TERLUKA DALAM SERANGAN KKB TERHADAP ROMBONGAN KAPOLDA PAPUA TENGAH
Rombongan Kapolda Papua Tengah, Brigjen Alfred Papare, menjadi sasaran penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Paniai. Insiden itu terjadi pada Minggu (19/10/2025) saat rombongan meninjau lokasi penembakan sebelumnya yang menewaskan seorang warga sipil di jalur Nabire–Topo.
Tembakan KKB mengenai bagian belakang kendaraan dinas yang ditumpangi rombongan Kapolda. Akibatnya, empat anggota Polri terluka akibat serpihan peluru dan pecahan kaca. Mereka yang terluka adalah Kasat Lantas Polres Nabire Iptu Hardiman Sirait (45), Bripka Laode Munafrin Isra (30), Thomas H. Bisararisi (26), dan Galuh Yudistiawan (28).
Dua di antara korban, Iptu Hardiman dan Bripka Laode, kini menjalani operasi di RSUD Nabire karena luka serius. Sementara dua lainnya telah mendapat perawatan medis dan dinyatakan stabil. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku penembakan diduga berasal dari kelompok bersenjata pimpinan Aibon Kogoya yang aktif di wilayah pegunungan tengah Papua.
Kapolda Papua Tengah memerintahkan peningkatan keamanan di seluruh jalur patroli dan pos pengawasan. “Kami telah memperkuat pos penjagaan dengan tambahan personel Brimob untuk mencegah serangan susulan,” ujar seorang pejabat Polda Papua Tengah.
Polisi juga terus melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku menggunakan gabungan pasukan dari Satgas Damai Cartenz. Aparat menegaskan bahwa tindakan tegas dan terukur akan dilakukan terhadap setiap kelompok bersenjata yang mengancam keamanan masyarakat.
Serangan terhadap aparat di Papua masih menjadi tantangan serius bagi upaya penegakan hukum dan keamanan. Polda Papua Tengah memastikan koordinasi dengan TNI dan pemerintah daerah terus dilakukan agar situasi di wilayah pegunungan dapat kembali kondusif.
APARAT PERKETAT PENGAMANAN DAN SIAGA DI WILAYAH RAWAN
Pasca penembakan rombongan Kapolda, aparat gabungan memperkuat pengamanan di sejumlah titik strategis di Nabire dan Paniai. Pos-pos penjagaan ditingkatkan dengan dukungan personel Brimob dan peralatan taktis untuk memantau potensi pergerakan KKB.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di sekitar tempat tinggal. Pendekatan komunikasi dengan tokoh adat dan masyarakat lokal terus dilakukan untuk mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Polisi menegaskan komitmennya untuk melindungi warga serta memastikan penegakan hukum berjalan hingga para pelaku penembakan ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku.
“Baca juga : Uni Eropa Denda Google Rp56 T atas Praktik Iklan Digital”




Leave a Reply