bikersleatherjacket.com -Korea Selatan tengah menyiapkan strategi respons optimal sembari mencermati langkah negara lain, jika Mahkamah Agung Amerika Serikat menolak kebijakan tarif resiprokal Presiden Donald Trump.
Menteri Perdagangan Korsel, Yeo Han-koo, menyatakan kesiapan Seoul dalam menghadapi semua kemungkinan terkait keputusan Mahkamah Agung. Pernyataan ini disampaikan Yeo kepada wartawan di Washington pada Rabu (14/1), saat kunjungannya ke Amerika Serikat.
Putusan Mahkamah Agung AS akan mempertimbangkan legalitas penggunaan Undang-Undang Kewenangan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA) tahun 1977. Undang-undang ini menjadi dasar bagi pemerintahan Trump untuk mengenakan tarif resiprokal pada sebagian besar mitra dagang, termasuk Korea Selatan, Uni Eropa, dan Jepang.
Baca juga:“Iran bantah isu hukum mati pengunjuk rasa di tengah gelombang protes”
Korea Selatan Siapkan Strategi Menghadapi Putusan Mahkamah Agung AS soal Tarif Trump
Tarif resiprokal Trump terutama menargetkan impor baja, aluminium, dan produk industri strategis. Korea Selatan, sebagai salah satu eksportir utama ke AS, memiliki kepentingan ekonomi yang signifikan. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan Korsel, ekspor baja Korea ke AS pada 2025 mencapai sekitar 4,2 miliar dolar AS. Perubahan kebijakan tarif bisa berdampak langsung pada perekonomian dan perdagangan bilateral.
Selain itu, pemerintah Seoul mempelajari respons negara lain yang terkena tarif, termasuk Jepang dan Uni Eropa, untuk menyusun strategi yang seimbang. Pendekatan ini bertujuan menjaga posisi Korea Selatan dalam rantai perdagangan global dan meminimalkan risiko ekonomi akibat ketidakpastian hukum di AS.
Para analis menilai, keputusan Mahkamah Agung AS tidak hanya akan memengaruhi hubungan dagang bilateral, tetapi juga memberikan preseden hukum untuk kebijakan proteksionis Amerika terhadap negara lain. Seoul menekankan pentingnya strategi adaptif, termasuk opsi diplomatik, hukum, dan ekonomi, agar tetap memprioritaskan kepentingan nasional.
Korea Selatan Pantau Dampak Tarif Cip AS dan Strategi Trump
Menteri Perdagangan Korsel, Yeo Han-koo, menyatakan bahwa pemerintahan Trump kemungkinan tetap memberlakukan tarif. “Mereka bisa menggunakan dasar hukum atau sarana lain,” jelasnya.
Yeo juga menambahkan, pemerintah akan menelaah proklamasi Trump untuk menilai dampak pada produsen cip Korea Selatan. Pernyataan ini disampaikan saat Yeo berada di Washington.
Proklamasi tersebut menetapkan tarif 25 persen untuk cip AI yang diimpor ke AS dan kemudian diekspor kembali. Tarif ini tidak berlaku untuk cip yang digunakan di pusat data AS maupun aplikasi konsumen non-pusat data.
Kebijakan ini berpotensi memengaruhi eksportir besar Korea Selatan, termasuk Samsung Electronics dan SK Hynix. Ekspor cip Korea ke AS diperkirakan mencapai 12 miliar dolar AS pada 2025.
Yeo menegaskan, Seoul akan menilai opsi diplomatik dan hukum untuk melindungi kepentingan industri semikonduktor nasional. Langkah ini penting untuk menjaga daya saing global.
Baca juga:“Presiden beri tambahan anggaran Rp4 triliun untuk dana riset”




Leave a Reply