bikersleatherjacket.com -PM Australia Sambut Presiden Israel di Tengah Aksi Unjuk Rasa
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyambut kedatangan Presiden Israel, Isaac Herzog, di Canberra pada Rabu. Kunjungan ini berlangsung di tengah meluasnya aksi unjuk rasa menentang kedatangan Herzog.
Albanese menerima Herzog di Gedung Parlemen, sekaligus menyampaikan terima kasih atas dukungan dan solidaritas Presiden Israel kepada komunitas Yahudi Australia. Dukungan ini terkait serangan teror antisemit yang terjadi di Pantai Bondi, Sydney, pada Desember 2025.
“Terima kasih atas perhatian dan dukungan Anda bagi komunitas Yahudi kami. Solidaritas ini sangat berarti bagi kami,” ujar Albanese dalam pertemuan resmi. Pernyataan ini menekankan pentingnya hubungan bilateral dan perlindungan komunitas minoritas.
Kunjungan Herzog menjadi momen diplomatik penting, sekaligus menguji kemampuan pemerintah Australia menjaga keamanan publik di tengah aksi protes. Aparat keamanan mengerahkan pengawasan ketat di sekitar Gedung Parlemen dan jalur kunjungan resmi Presiden Israel.
Aksi unjuk rasa dipicu oleh berbagai isu politik dan kebijakan Israel, namun pemerintah menekankan hak warga untuk menyuarakan pendapat secara damai. Albanese menegaskan bahwa keamanan semua pihak, termasuk pengunjuk rasa, tamu negara, dan masyarakat lokal, tetap menjadi prioritas.
Baca juga:“Dinamika Si Anak Tengah dalam Keluarga Menurut Psikolog”
Pertanggungjawaban atas Kematian Warga dalam Pertemuan dengan Presiden Israel
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menekankan pentingnya pertanggungjawaban atas tewasnya pekerja sosial Australia, Lalzawmi Frankcom, dalam pertemuannya dengan Presiden Israel, Isaac Herzog. Frankcom meninggal akibat serangan Israel di Gaza pada April 2024, memicu sorotan internasional terkait keselamatan warga sipil.
Albanese menyampaikan keprihatinan ini secara resmi di Gedung Parlemen Canberra, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap insiden yang menimbulkan korban warga Australia di luar negeri.
Presiden Herzog, yang hadir bersama Albanese, menyatakan kunjungannya penuh keharuan. Ia menekankan perlunya memperkuat komunitas Yahudi di Australia setelah insiden penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, yang menewaskan 16 orang, termasuk salah satu dari dua pelaku.
“Kunjungan ini adalah momen penting untuk memperkuat solidaritas dan mendukung komunitas Yahudi di Australia, sambil menghormati korban tragedi sebelumnya,” kata Herzog. Pernyataan ini menegaskan aspek kemanusiaan dan diplomatik dari kunjungan resmi.
Selain menyoroti keselamatan warga sipil, pertemuan bilateral membahas kerja sama keamanan, perlindungan komunitas minoritas, dan mekanisme diplomasi untuk mencegah insiden serupa di masa depan. Albanese menegaskan bahwa hak warga Australia dan keselamatan komunitas minoritas tetap menjadi prioritas pemerintah.
Aksi Pro-Palestina di Australia Berujung Bentrok Selama Kunjungan Presiden Israel
Sejumlah kota di Australia menggelar aksi unjuk rasa pro-Palestina menanggapi kunjungan Presiden Israel, Isaac Herzog, Rabu ini. Demonstrasi berlangsung di berbagai wilayah, termasuk pusat kota Sydney dan Gedung Parlemen Canberra.
Aksi di Sydney pada Senin (9/2) malam waktu setempat berakhir ricuh setelah pengunjuk rasa bentrok dengan polisi. Insiden ini menyebabkan 27 orang ditangkap dan menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan publik.
Demonstrasi di luar Gedung Parlemen pada Rabu dihadiri oleh ratusan orang yang menyuarakan protes secara damai, menekankan dukungan terhadap hak Palestina. Meskipun sebagian besar berjalan tertib, aparat keamanan tetap waspada untuk mengantisipasi potensi kerusuhan.
Polisi Australia menegaskan bahwa mereka akan menegakkan hukum dan menjaga keselamatan warga, pengunjuk rasa, serta tamu negara, termasuk Presiden Israel dan rombongannya.
Sejumlah organisasi sipil dan masyarakat mengimbau agar protes dilakukan secara aman dan tetap mematuhi peraturan hukum. Pendekatan ini dianggap penting untuk mencegah eskalasi konflik di tengah kunjungan diplomatik.
Baca juga:“Restoran Bertema Italia Masih Dominan di Industri Kuliner Awal 2026”




Leave a Reply