bikersleatherjacket -Wamendag Roro berada di Shanghai untuk menghadiri “Salon International de l’Alimentation” (SIAL). Pameran makanan internasional ini merupakan salah satu dari tiga pameran terbesar dunia. Acara berlangsung pada 18-20 Mei 2026. Wamendag juga menghadiri Forum Bisnis Indonesia-China yang mempertemukan sekitar 30 pengusaha kedua negara. Nilai tukar rupiah pada Selasa (19/5) ditutup melemah 38 poin menjadi Rp17.706 per dolar AS, sementara kurs JISDOR BI bergerak ke level Rp17.719 per dolar AS.
SIAL Shanghai 2026 diikuti lebih dari 5.000 peserta dari 75 negara dengan 350.000 produk. Indonesia tampil lewat Paviliun Indonesia di Hall E3 dengan 17 perusahaan nasional. Produk unggulan yang dipamerkan meliputi kopi, rempah-rempah, gula aren, kakao olahan, kacang-kacangan, produk turunan kelapa, biskuit, permen, serta berbagai makanan kemasan lainnya. Delegasi Indonesia juga mempromosikan durian beku dan sarang burung walet, yang pasar utamanya memang China.
Kementerian Perdagangan memfasilitasi penandatanganan 12 nota kesepahaman (MoU) antara 12 perusahaan RI dengan mitra China. Total potensi transaksi mencapai 60,3 juta dolar AS atau sekitar Rp1 triliun. Angka ini jauh melampaui target awal Kementerian Perdagangan yang hanya sekitar 30 juta dolar AS. “Alhamdulillah, ada peningkatan yang cukup signifikan,” kata Roro. Kesepakatan dagang itu mencakup berbagai komoditas seperti keripik pisang, abon ikan, gula aren, kopi, rumput laut kering, dan kepala udang kering.
Daftar produk yang paling diminati di pasar China antara lain sarang burung walet, buah-buahan tropis, hasil perikanan, rumput laut, produk kelapa, rempah-rempah, dan kopi. Roro menyebut banyak produk kopi kreatif dari Lampung dan berbagai daerah yang sangat diminati. Pemerintah juga fokus pada produk pertanian bernilai tambah untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Roro bekerja sama erat dengan Kementerian Pertanian untuk mendorong ekspor komoditas unggulan.
Baca juga:AS dan Iran Tukeran Proposal demi Hindari Konflik Lebih Lanjut
Dorong Durian Beku dan Produk Bernilai Tambah
Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan pemerintah terus memperluas pasar ekspor ke China. Langkah ini diambil meskipun nilai tukar rupiah sedang melemah. “Arahan Bapak Presiden adalah salah satu tugas kami. Kami harus menjaga hubungan bilateral yang baik dengan mitra strategis, termasuk China,” ujar Roro di Beijing, Selasa (19/5/2026). Ia berharap keterlibatan Indonesia di SIAL Shanghai dan forum bisnis dapat melahirkan kerja sama antarperusahaan (B2B).
Pemerintah tetap optimis di tengah kesulitan ekonomi. “Di sini kami juga bekerja sama dengan Kementerian Pertanian. Kami fokus pada produk pertanian bernilai tambah untuk para petani kita di Indonesia,” ungkap Roro. SIAL Shanghai 2026 diikuti 5.000 peserta dari 75 negara. Indonesia menampilkan 17 perusahaan nasional dengan produk kopi, rempah, gula aren, kakao olahan, hingga durian beku.
Dalam forum bisnis, Sekretaris Jenderal Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin), Aditya Pradewo, mempromosikan durian Indonesia. “Kami fokus pada petani, perkebunan, pembinaan pembibitan, penanganan kebun hingga proses pengemasan yang benar. Kami juga membantu akses bagi delapan perusahaan agar bisa ekspor durian beku ke China,” kata Aditya. Protokol ekspor durian beku telah ditandatangani RI dan GACC pada 25 Mei 2025.
Total potensi transaksi yang dihasilkan dari forum bisnis mencapai 60,3 juta dolar AS atau sekitar Rp1 triliun. Angka ini melampaui target awal. Roro mengundang pengusaha China hadir di Trade Expo Indonesia 2026.
Nilai Pasar China Capai 6,9 Miliar Dolar AS
Sekretaris Jenderal Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin), Aditya Pradewo, mendorong pemerintah memperluas akses durian ke China. “Kami mendorong protokol durian beku bisa lolos. Kami harap durian segar juga bisa diloloskan ke China,” ungkap Aditya di sela Forum Bisnis Indonesia-China di Shanghai, Selasa (19/5/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi durian nasional tahun 2024 mencapai 1,96 juta ton. Angka ini merupakan produksi tertinggi dalam lima tahun terakhir. Indonesia memiliki 114 varietas durian. Nilai impor durian ke China mencapai 6,9 miliar dolar AS. Pasar durian di China masih sangat besar. Saat ini pasokan didominasi Malaysia dan Vietnam.
Dalam periode Januari–April 2026, Indonesia telah mengirim 4 ton durian beku ke China. Secara total, 250 kontainer durian telah diekspor ke berbagai negara. Nilai ekspornya mencapai Rp750 miliar. “80 persen dari jumlah tersebut adalah untuk petani. Mudah-mudahan bisa memakmurkan petani kita,” ungkap Aditya.
Sebelumnya, Indonesia dan General Administration of Customs of China (GACC) telah menandatangani protokol ekspor durian beku pada 25 Mei 2025. Delapan perusahaan Indonesia lolos verifikasi untuk ekspor durian beku ke China. Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan pemerintah terus mendorong perluasan pasar produk Indonesia, termasuk durian, di tengah pelemahan rupiah. Pemerintah juga fokus pada produk pertanian bernilai tambah untuk kesejahteraan petani.
Baca juga:Kemenhaj Siapkan Skema Armuzna agar Puncak Haji Lebih Lancar




Leave a Reply