bikersleatherjacket.com -Ribuan demonstran turun ke pusat Kota Minneapolis, Minnesota, untuk menolak penempatan agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) di wilayah itu. Aksi ini berlangsung Jumat sebagai bagian dari protes luas terhadap operasi federal imigrasi.
Para pengunjuk rasa menilai pengerahan ribuan agen tersebut bukan sekadar langkah penegakan hukum, tetapi upaya menunjukkan kekuasaan federal yang berlebihan terhadap komunitas lokal. Banyak demonstran merasa dikhianati oleh pemerintahan nasional dan menolak narasi resmi tentang tujuan penempatan agen ini.
Beberapa peserta aksi menggambarkan pengalaman warga yang mereka nilai sebagai tindakan semena‑mena oleh agen. “Tetangga saya diteror. Orang diculik dari rumah, diseret keluar hanya dengan pakaian dalam,” kata Brendan, seorang warga St. Paul yang ikut dalam protes. Ia menilai kehadiran agen federal seperti “negara polisi” yang tidak diinginkan di lingkungan mereka.
Baca juga:“Kemenhaj Tegaskan Hanya Petugas Haji yang Lolos Syarat Bisa Berangkat ke Tanah Suci”
PEMBUNUHAN RENEÉ GOOD DAN PRETTI MEMPERBURUK PROTES DI MINNEAPOLIS
Jodi Irwin, seorang warga Minneapolis Selatan, menggambarkan ketegangan itu sebagai serangan langsung terhadap komunitasnya. Ia menyatakan pengalaman warga yang menurutnya telah “diculik” dan menghadapi aksi fatal oleh petugas federal, menyamakan situasi itu sebagai perasaan diserang oleh negara sendiri. Pernyataan tersebut mencerminkan kemarahan dan trauma banyak penduduk yang menyaksikan atau mengalami langsung dampak operasi tersebut.
Reaksi publik terhadap kedua kasus ini telah mendorong penyelidikan lanjutan. Departemen Kehakiman AS, misalnya, membuka penyelidikan hak sipil atas penembakan Pretti, sementara kasus penembakan Good menjadi sorotan dalam debat nasional mengenai penggunaan kekuatan oleh agen federal.
Banyak demonstran kini menuntut pertanggungjawaban, peninjauan kebijakan penegakan imigrasi, serta penarikan agen federal dari kawasan pemukiman. Aksi protes terus berlanjut, dengan warga Minneapolis menyerukan dialog antara pemerintah federal dan masyarakat lokal untuk meredakan ketegangan dan mencegah insiden serupa di masa depan.
PENEMBAKAN TERBARU MEMPERBURUK PROTES IMIGRASI DI MINNEAPOLIS
Protes terhadap operasi Immigration and Customs Enforcement (ICE) di Minneapolis semakin memanas setelah insiden fatal dalam dua kejadian terpisah. Demonstrasi berlangsung lebih dari sebulan di seluruh Minnesota, tetapi aksi Jumat menjadi salah satu yang terbesar sejak penempatan agen federal.
Kematian dua warga sipil di Minneapolis turut menjadi pemicu utama gelombang protes tersebut. Renée Good, seorang ibu berusia 37 tahun, tewas ditembak oleh agen ICE pada 7 Januari. Kurang dari tiga minggu kemudian, Alex Pretti, seorang perawat ICU berusia 37 tahun, juga ditembak dan tewas oleh petugas federal.
Kedua insiden itu terjadi saat ketegangan meningkat dalam operasi penegakan imigrasi federal yang dikenal sebagai Operation Metro Surge, dimana ribuan agen federal dikerahkan ke wilayah Twin Cities untuk menangani imigrasi. Banyak warga lokal menolak penempatan agen tersebut dan mengecam taktik penegakan yang dianggap agresif.
Baca juga:“Ini Cara Orang Tua Mengenalkan Puasa Ramadan pada Anak Sesuai Usia”




Leave a Reply