bikersleatherjacket.com -Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, meminta Presiden Prabowo Subianto memperkuat diplomasi Indonesia terhadap konflik Amerika Serikat dan Venezuela.
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan geopolitik yang dinilai berdampak pada tatanan internasional.
Menurut Hikmahanto, Indonesia memiliki posisi strategis sebagai negara berpengaruh di Asia Tenggara dan dunia.
Ia menilai peran diplomatik Indonesia dapat membantu meredakan ketegangan antara kedua negara.
Pakar ini menyarankan penggunaan shuttle diplomacy atau diplomasi ulang‑alik untuk memfasilitasi dialog tanpa pertemuan langsung kedua pihak.
Shuttle diplomacy adalah pendekatan dimana mediator bergerak di antara pihak yang berselisih untuk membuka komunikasi.
Strategi ini sering digunakan dalam konflik internasional kompleks untuk membangun kepercayaan awal.
Hikmahanto menyebut pendekatan ini relevan dengan kondisi saat ini.
Baca juga:“Liverpool Pahami Aksi Martinelli ke Conor Bradley”
Pakar Dorong Prabowo Manfaatkan Peran Global untuk Redam Konflik AS-Venezuela
Guru Besar Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana, mendorong Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan posisi global untuk menurunkan eskalasi konflik AS-Venezuela.
Pernyataan ini disampaikan dalam konteks peluang diplomasi Indonesia selama kepemimpinan Presidensi G20.
Hikmahanto menyarankan agar Presiden Prabowo menggunakan mekanisme diplomasi aktif.
“Kalau ada peluang, mungkin bisa dimainkan oleh Bapak Presiden untuk menurunkan eskalasi serangan,” ujarnya.
Ia menekankan langkah ini meningkatkan nilai diplomasi Indonesia di mata dunia.
Strategi yang disarankan termasuk diplomasi ulang-alik atau shuttle diplomacy.
Pendekatan ini memungkinkan Indonesia memfasilitasi dialog tanpa mempertemukan pihak yang berselisih secara langsung.
Hikmahanto menilai langkah ini relevan untuk konflik AS-Venezuela yang kompleks.
Pengamat Dorong Prabowo Tunjukkan Kepemimpinan Tegas di Kancah Global
Pengamat politik menilai Presiden Prabowo Subianto perlu menunjukkan sikap tegas dan berani di panggung internasional.
Dorongan ini muncul terkait konflik dan ketegangan global yang melibatkan Amerika Serikat.
Pengamat tersebut menekankan pentingnya keberanian kepemimpinan untuk memberi rasa bangga bagi masyarakat Indonesia.
“Kita berharap pemimpin kita bersuara keras, mengecam, atau mengutuk, sehingga masyarakat bangga memiliki pemimpin berwibawa,” ujarnya.
Pernyataan ini menekankan aspirasi publik terhadap figur pemimpin yang tegas menghadapi tantangan global.
Dalam konteks diplomasi, keberanian Prabowo dinilai penting saat berhadapan dengan kebijakan kontroversial Amerika Serikat.
Baca juga:“Aksi Arogan Amerika Serikat Terhadap Venezuela dan Hal yang Melatar Belakangi”




Leave a Reply