bikersleatherjacket – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melakukan pertemuan dengan Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan di Abu Dhabi. Kedua pemimpin sepakat untuk memperkuat kerja sama bilateral, terutama di bidang keamanan dan pertahanan. “Tim kami akan menyelesaikan detailnya,” kata Zelenskyy di aplikasi Telegram seperti dilansir Reuters, Minggu.
Pertemuan yang berlangsung dalam kunjungan kerja Zelenskyy ke UAE ini membahas sejumlah isu keamanan regional. Kedua pemimpin mendiskusikan situasi keamanan di UAE dan kawasan sekitarnya, termasuk serangan drone Iran serta blokade Selat Hormuz yang berdampak pada pasar minyak global. Zelenskyy menyampaikan apresiasi atas upaya tim ahli militer Ukraina yang telah bekerja di UAE untuk membantu melawan drone Iran.
Ukraina menawarkan keahliannya dalam sistem perlindungan udara yang telah teruji selama empat tahun perang melawan Rusia. “Untuk semua negara normal, penting untuk memastikan stabilitas dan melindungi kehidupan di tengah ancaman saat ini. Ukraina memiliki keahlian yang relevan di bidang ini,” ujar Zelenskyy dalam pernyataan resmi. Ia menjelaskan bahwa Ukraina telah mengembangkan sistem perlindungan yang mencapai tingkat intersepsi signifikan terhadap drone dan rudal musuh.
Kunjungan Zelenskyy ke UAE merupakan bagian dari tur diplomatik ke negara-negara Teluk. Sehari sebelumnya, Ukraina dan Arab Saudi telah menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan di Jeddah. Zelenskyy juga dijadwalkan mengunjungi Qatar dalam rangkaian tur ini. Dalam kunjungannya, Zelenskyy didampingi oleh para ahli pertahanan udara Ukraina yang telah ditempatkan di kawasan tersebut untuk memberikan bantuan teknis.
Para pemimpin juga membahas peluang untuk memajukan kerja sama bilateral di bawah Comprehensive Economic Partnership Agreement antara UAE dan Ukraina. Kedua belah pihak menegaskan kembali komitmen bersama untuk mencapai tujuan perjanjian tersebut. Sheikh Mohamed bin Zayed menegaskan bahwa UAE akan terus mempertahankan kedaulatannya dengan tekad dan siap menghadapi segala ancaman sesuai dengan hukum internasional.
“Baca Juga : Rusia-Iran Bahas Jalur Damai, Isu Dukungan Militer Menguat“
Zelensky dan Presiden UAE Bahas Perjanjian Ekonomi Komprehensif dan Eskalasi Keamanan Kawasan
Kedua pemimpin membahas peluang untuk memajukan kerja sama bilateral di bawah Perjanjian Ekonomi Komprehensif antara kedua pihak. Demikian disampaikan kantor berita negara Uni Emirat Arab, WAM, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. Mereka juga membahas perkembangan keamanan dan eskalasi militer di kawasan tersebut. Dampaknya terhadap navigasi internasional dan ekonomi global turut menjadi perhatian utama dalam pertemuan itu.
Zelensky tiba di Arab Saudi pada hari Kamis untuk memulai rangkaian kunjungan diplomatiknya. Di Jeddah, Kementerian Pertahanan Saudi menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan dengan Kementerian Pertahanan Ukraina. Perjanjian ini menjadi langkah konkret penguatan hubungan bilateral di sektor pertahanan. Ukraina menawarkan keahlian dalam sistem perlindungan udara yang telah teruji selama konflik dengan Rusia. Arab Saudi pun menunjukkan minat untuk memperkuat kerja sama di bidang teknologi pertahanan.
Rangkaian kunjungan Zelensky ke negara-negara Teluk ini mencerminkan upaya memperluas aliansi strategis Ukraina. Setelah bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Zelensky melanjutkan perjalanan ke Uni Emirat Arab. Kunjungan berikutnya direncanakan ke Qatar sebagai bagian dari tur diplomatik yang padat. Dalam setiap pertemuan, Zelensky didampingi oleh para ahli pertahanan udara Ukraina. Mereka memberikan bantuan teknis dan berbagi pengalaman dalam menghadapi ancaman drone dan rudal.
Sementara itu, situasi keamanan di kawasan Teluk sedang memanas akibat serangan drone Iran dan blokade Selat Hormuz. UAE dan negara-negara tetangga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi eskalasi lebih lanjut. Ukraina dengan pengalaman empat tahun menghadapi perang drone menawarkan solusi yang relevan. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pertahanan udara UAE dan negara-negara mitra lainnya. Stabilitas kawasan pun menjadi kepentingan bersama yang terus diperjuangkan melalui diplomasi dan aliansi strategis.
Zelensky Kunjungi Qatar, Ukraina Teken Perjanjian Pertahanan dengan Doha
Pemimpin Ukraina itu juga tiba di Qatar pada hari Sabtu, melanjutkan rangkaian kunjungan diplomatiknya ke kawasan Teluk. Menteri Luar Negeri Ukraina mengatakan pada hari Jumat bahwa Kyiv hampir mencapai kesepakatan beberapa perjanjian keamanan, termasuk dengan UAE dan Qatar, untuk melawan serangan Iran . Kunjungan ini menjadi tindak lanjut dari upaya diplomasi yang telah dimulai sebelumnya di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab .
Di Doha, Presiden Volodymyr Zelensky bertemu dengan Pemimpin Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dan Perdana Menteri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani . Kedua negara secara resmi menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan yang mencakup kolaborasi di bidang teknologi pertahanan, pengembangan investasi bersama, dan pertukaran keahlian dalam menangani rudal serta sistem pesawat nirawak . Kementerian Pertahanan Qatar mengonfirmasi penandatanganan perjanjian tersebut pada hari yang sama .
Zelensky menegaskan bahwa Ukraina tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga siap menjadi mitra yang memberikan kontribusi nyata di bidang keamanan. “Real security is built on partnership — we value everyone and remain open to supporting all those who are ready to work together for this goal,” tulisnya di media sosial . Ukraina menawarkan keahlian dalam sistem perlindungan udara yang telah teruji selama empat tahun perang melawan Rusia, termasuk kemampuan mencegat drone Shahed buatan Iran yang kini juga digunakan oleh Iran untuk menyerang negara-negara Teluk .
Perjanjian dengan Qatar ini merupakan yang ketiga dalam rangkaian kerja sama pertahanan Ukraina dengan negara-negara Teluk. Sebelumnya, Ukraina telah menandatangani perjanjian keamanan 10 tahun dengan Arab Saudi pada hari Kamis, dan menyepakati kerja sama serupa dengan Uni Emirat Arab pada hari Sabtu . Zelensky menyatakan bahwa Ukraina tertarik untuk membangun kemitraan strategis jangka panjang dengan negara-negara Timur Tengah, termasuk melalui produksi bersama, investasi, kerja sama energi, dan berbagi pengalaman di medan pertempuran .
Ke depan, rangkaian perjanjian ini menandai perluasan aliansi strategis Ukraina di kawasan Teluk yang sebelumnya lebih dikenal sebagai mitra Rusia. Dengan menawarkan keahlian anti-drone yang telah teruji, Ukraina membuka jalur diplomasi baru sekaligus mendapatkan akses terhadap sistem pertahanan udara canggih yang dimiliki negara-negara Teluk. Langkah ini juga menjadi bentuk nyata dari strategi Kyiv untuk tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga mitra yang berkontribusi dalam menjaga stabilitas global.
“Baca Juga : Trump Desak Iran Tindaklanjuti Kesepakatan Gencatan Senjata“




Leave a Reply