Indonesia Kembali Terpilih di Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO 2026–2030
Pengakuan Internasional Perkuat Peran Indonesia dalam Pelestarian Budaya Dunia
Indonesia kembali terpilih sebagai anggota Komite Perlindungan Warisan Budaya Takbenda Dunia UNESCO (Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage) untuk periode 2026–2030. Pemilihan ini berlangsung dalam Sidang Umum ke-11 Negara-Negara Pihak Konvensi 2003 UNESCO di Markas Besar UNESCO, Paris, Prancis, pada 17–18 Juni 2026.
Baca Juga “100 Pertanyaan untuk Pacar yang Bikin Hubungan Makin Dekat“
Indonesia memperoleh 113 suara dan terpilih bersama Jepang, Filipina, dan Kamboja mewakili kawasan Asia-Pasifik. Keempat negara tersebut bersaing dengan Korea Selatan dan Turkmenistan dalam pemilihan di Group IV.
Kementerian Kebudayaan menyampaikan bahwa capaian ini menandai kembalinya Indonesia ke posisi strategis setelah terakhir kali menjabat pada periode 2010–2014. Pemerintah menilai keterpilihan ini sebagai bentuk kepercayaan internasional terhadap kontribusi Indonesia dalam pelestarian warisan budaya dunia.
Fadli Zon: Amanah Besar dan Penguatan Diplomasi Budaya
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut keterpilihan Indonesia sebagai anggota komite UNESCO merupakan kehormatan sekaligus amanah besar. Ia menegaskan bahwa posisi ini memperkuat peran Indonesia dalam tata kelola kebudayaan global.
“Terpilihnya Indonesia sebagai anggota Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO periode 2026–2030 merupakan kehormatan sekaligus amanah besar,” ujar Fadli Zon dalam keterangan resmi.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan Indonesia bersama tiga negara ASEAN lainnya membuka peluang penguatan kerja sama regional dalam pelestarian budaya. Menurutnya, hal ini memperluas representasi negara berkembang dalam pengambilan keputusan global terkait warisan budaya.
Platform “Living Heritage, Shared Future” Jadi Visi Indonesia
Dalam forum UNESCO, Indonesia mengusung platform “Living Heritage, Shared Future” sebagai pendekatan strategis pelestarian budaya. Konsep ini menegaskan bahwa warisan budaya bukan hanya peninggalan sejarah, tetapi juga praktik hidup yang terus berkembang di masyarakat.
Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat sebagai pusat pelestarian budaya. Mereka dipandang sebagai pemegang hak sekaligus penjaga utama warisan budaya yang diwariskan lintas generasi.
Platform ini juga menekankan keadilan budaya, partisipasi inklusif, inovasi, serta kerja sama internasional. Selain itu, aspek pembangunan berkelanjutan menjadi bagian penting dalam strategi pelindungan warisan budaya Indonesia.
Delapan Agenda Prioritas Indonesia di Komite UNESCO
Sebagai anggota Komite ICH UNESCO 2026–2030, Indonesia menetapkan delapan agenda prioritas utama. Agenda ini mencerminkan arah kebijakan pelestarian budaya yang adaptif terhadap perkembangan global.
Pertama, Indonesia mendorong pembentukan Center of Excellence UNESCO di Asia-Pasifik berupa Mega-Laboratory on Cultures, Early Human History, and Civilization. Fasilitas ini diharapkan memperkuat riset, inovasi kebijakan, dan digitalisasi warisan budaya.
Kedua, penguatan platform kolaboratif antara akademisi, komunitas lokal, praktisi budaya, dan pembuat kebijakan untuk menciptakan pelestarian yang lebih inklusif.
Ketiga, inovasi digital melalui pengembangan inventaris digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk dokumentasi warisan budaya secara etis.
Keempat, penguatan kerja sama global melalui pelatihan, fellowship, dan pertukaran pengetahuan antar kawasan.
Kelima, perlindungan warisan budaya yang terancam melalui mekanisme Urgent Safeguarding List bagi tradisi yang menghadapi risiko kepunahan.
Keenam, peningkatan akses bantuan internasional agar lebih cepat, efektif, dan menjangkau negara berkembang.
Ketujuh, pemberdayaan masyarakat sipil melalui perluasan peran organisasi non-pemerintah dalam pengambilan keputusan.
Kedelapan, persiapan warisan budaya menghadapi masa depan, termasuk kebijakan etika digital, AI, dan ketahanan budaya terhadap perubahan iklim.
Indonesia Tekankan Budaya sebagai Jembatan Perdamaian Global
Fadli Zon menegaskan bahwa Indonesia memandang warisan budaya sebagai jembatan dialog antarbangsa. Ia menyebut budaya memiliki peran penting dalam membangun perdamaian dan ketahanan sosial global.
“Indonesia percaya bahwa warisan budaya dapat menjadi jembatan dialog, perdamaian, dan ketahanan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pelestarian berbasis komunitas serta peningkatan peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan budaya. Pendekatan ini dinilai penting untuk memperkuat solidaritas global.
Indonesia sebagai Negara Mega-Diversitas Budaya Dunia
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman budaya terbesar di dunia. Terdapat lebih dari 1.340 kelompok etnis dan 718 bahasa daerah yang masih hidup hingga saat ini.
Selain itu, Indonesia memiliki 2.727 Warisan Budaya Takbenda yang telah ditetapkan secara nasional. Hingga kini, 16 elemen budaya Indonesia telah diakui UNESCO, termasuk Wayang, Batik, Keris, Angklung, Pencak Silat, hingga Gamelan.
Kekayaan budaya ini menjadi modal penting bagi Indonesia dalam memperkuat posisi diplomasi budaya di tingkat global. Pemerintah menilai pengalaman panjang tersebut memperkuat kontribusi Indonesia dalam pengembangan kebijakan pelestarian warisan budaya dunia.
Kolaborasi Nasional Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia
Fadli Zon menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif berbagai institusi nasional. Kolaborasi tersebut melibatkan Kementerian Luar Negeri, KBRI Paris, Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, serta Sekretariat KNIU.
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam memperkuat diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci keberhasilan Indonesia dalam forum UNESCO.
Ke depan, Indonesia berkomitmen memperkuat tata kelola Konvensi 2003 UNESCO agar lebih transparan, inklusif, dan berbasis bukti. Pemerintah juga menargetkan warisan budaya dapat terus berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dan perdamaian dunia.
Baca Juga “MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika Bakal Rekrut 100 Persen Marshal Lokal“




Leave a Reply