Van Gastel Evaluasi Fisik dan Taktik PSIM Setelah Uji Coba Lawan UAD FC
Pelatih kepala PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel mengevaluasi kondisi fisik dan permainan tim setelah menjalani uji coba kedua menghadapi UAD FC di Lapangan Yogyakarta Independent School, Sabtu.
Van Gastel menjadikan laga tersebut sebagai bagian dari proses membangun kesiapan PSIM sebelum menghadapi persaingan yang lebih berat. Menurut dia, aspek fisik dan penerapan skema permainan masih perlu mendapat perhatian.
PSIM Tingkatkan Fisik dan Pemahaman Skema Permainan
Van Gastel mengatakan uji coba melawan UAD FC memberi kesempatan kepada pemain untuk meningkatkan kondisi fisik sekaligus menerapkan pola permainan yang sedang disiapkan.
baca juga: Lewis Hall Tinggalkan TC Newcastle, Bakal Gabung Manchester United?
Pelatih asal Belanda itu sengaja memilih lawan dari level yang lebih rendah untuk membantu pemain membangun fondasi permainan. Situasi tersebut juga memungkinkan PSIM menguji skema tanpa menghadapi tekanan pertandingan dengan intensitas tinggi.
“Saat ini fokus kami lebih pada bagian fisik dan cara bermain melawan lawan di level bawah agar bisa melatih skema yang diinginkan. Fisik masih harus ditingkatkan, begitu pula cara bermain kami,” ujar Van Gastel seperti dikutip dari laman resmi PSIM.
Uji tanding tersebut menjadi bagian dari tahapan persiapan sebelum PSIM meningkatkan intensitas pertandingan. Tim berjuluk Laskar Mataram itu selanjutnya akan menghadapi lawan dengan level persaingan yang lebih tinggi.
Van Gastel Siapkan PSIM Hadapi Lawan Liga 1
Van Gastel menyadari pertandingan melawan UAD FC belum memberikan gambaran menyeluruh mengenai kesiapan PSIM. Karena itu, ia akan menggunakan laga berikutnya untuk mengukur perkembangan tim menghadapi lawan yang lebih kuat.
“Lawan yang dihadapi belum begitu kuat, jadi sulit untuk menilai. Mulai minggu depan kami akan menghadapi tim-tim Liga 1, sehingga perlawanannya akan jauh lebih kuat,” kata Van Gastel.
Menurut dia, peningkatan level lawan penting untuk menguji efektivitas skema yang telah dilatih. Pertandingan dengan intensitas lebih tinggi juga dapat membantu tim melihat respons pemain dalam situasi yang lebih kompetitif.
Van Gastel juga mengaku belum sepenuhnya puas dengan penampilan PSIM saat menghadapi UAD FC. Ia menilai permainan tim baru menunjukkan bentuk yang lebih sesuai dengan keinginannya pada babak kedua.
“Cara bermain yang kami inginkan jauh lebih terlihat pada babak kedua daripada babak pertama,” ujar Van Gastel.
Pelatih tersebut menilai PSIM sebenarnya memiliki peluang untuk mencetak lebih banyak gol. Namun, produktivitas bukan menjadi tujuan utama dalam uji coba tersebut karena fokus utama tim berada pada peningkatan permainan.
PSIM Bidik Performa Lebih Baik Musim Ini
Rangkaian uji coba menjadi bagian penting dari persiapan PSIM untuk menghadapi musim baru. Tim perlu meningkatkan kondisi fisik sekaligus mematangkan pemahaman pemain terhadap skema yang diterapkan Van Gastel.
PSIM juga membawa target untuk memperbaiki pencapaian musim sebelumnya. Laskar Mataram mengakhiri kompetisi lalu dengan 45 poin dan menempati peringkat ke-11.
Dengan persaingan yang akan meningkat dalam agenda pramusim berikutnya, kemampuan PSIM menjaga intensitas permainan akan menjadi salah satu indikator perkembangan tim. Evaluasi Van Gastel terhadap aspek fisik dan taktik menjadi pijakan sebelum menghadapi lawan yang lebih kuat.
baca juga: Duel Persija vs Persib dijadwalkan digelar di GBK




Leave a Reply