Jenazah Pilot Nicholas Dipulangkan, Kedubes AS Fasilitasi Proses dari Jakarta
Direktur Utama PT Associated Mission Aviation (AMA), Bob Kayadu, memastikan proses pemulangan jenazah pilot Nicholas F. Goselin yang menjadi korban penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, difasilitasi oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta.
Jenazah pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat tersebut telah diterbangkan dari Papua menuju Jakarta menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Setelah tiba di ibu kota, seluruh proses administrasi hingga persiapan pemulangan ke negara asal ditangani oleh pihak Kedutaan Besar AS sesuai prosedur diplomatik yang berlaku.
Bob Kayadu mengatakan perusahaan telah menyelesaikan proses evakuasi jenazah dari Papua secepat mungkin agar penanganan selanjutnya dapat berjalan dengan lancar. “Kami sudah menerbangkan jenazah pilot Nicholas ke Jakarta menggunakan maskapai GIA dan selanjutnya diurus Kedubes AS,” kata Bob kepada ANTARA di Sentani, Papua, Sabtu.
AMA Kehilangan Pilot Berpengalaman
Nicholas F. Goselin diketahui telah bergabung dengan PT Associated Mission Aviation selama sekitar tiga tahun. Selama masa pengabdiannya, ia menjadi salah satu pilot yang bertugas melayani penerbangan perintis ke berbagai wilayah pedalaman Papua yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.
Menurut Bob, sebelum insiden tersebut PT AMA memiliki 16 pilot yang bertugas mengoperasikan armada pesawat perusahaan. Dengan meninggalnya Nicholas, jumlah pilot aktif kini menjadi 15 orang, termasuk beberapa pilot berkewarganegaraan asing yang masih menjalankan tugas penerbangan di Papua.
Bob menjelaskan bahwa para pilot AMA memiliki pengalaman menerbangkan pesawat di daerah pegunungan dengan kondisi cuaca yang sering berubah cepat. Operasi penerbangan di wilayah tersebut membutuhkan kemampuan khusus karena banyak lapangan terbang memiliki landasan pendek serta berada di kawasan dengan kontur yang menantang.
baca juga: “Pangkogabwilhan III serahkan jenazah pilot korban KKB kepada AMA“
Satu Unit Pesawat Pilatus Porter Hangus Dibakar
Selain kehilangan seorang pilot, PT AMA juga mengalami kerugian besar akibat pembakaran pesawat yang digunakan Nicholas. Pesawat jenis Pilatus Porter tersebut dibakar sesaat setelah mendarat di Lapangan Terbang Perintis Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Kamis (2/7).
Insiden itu membuat jumlah armada AMA berkurang. Sebelumnya perusahaan mengoperasikan delapan unit pesawat yang terdiri atas Pilatus Porter dan Cessna Caravan. Kini hanya tujuh unit yang masih dapat dioperasikan untuk melayani penerbangan ke berbagai daerah terpencil.
Bob mengatakan hilangnya satu unit pesawat akan memengaruhi kapasitas layanan perusahaan. Meski demikian, AMA akan mengoptimalkan armada yang tersisa agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
AMA Tegaskan Hanya Layani Masyarakat Sipil
Bob menegaskan bahwa selama puluhan tahun beroperasi di Papua, AMA hanya memberikan layanan transportasi udara bagi masyarakat sipil. Maskapai tersebut tidak pernah digunakan untuk mengangkut personel TNI, Polri maupun kelompok bersenjata.
Menurutnya, pesawat AMA selama ini berfungsi menghubungkan daerah-daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Warga memanfaatkan layanan tersebut untuk bepergian, mengirim barang kebutuhan pokok, membawa hasil bumi, hingga memperoleh akses menuju fasilitas kesehatan dan pendidikan.
“AMA hanya memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan menerbangkan mereka ke berbagai wilayah yang hanya dapat didarati pesawat berbadan kecil,” ujar Bob.
Ia juga menyebut serangan terhadap pesawat AMA merupakan insiden pertama yang dialami perusahaan selama sekitar 67 tahun mengabdi di Tanah Papua. Selama puluhan tahun beroperasi, perusahaan dikenal fokus mendukung mobilitas masyarakat di wilayah pedalaman tanpa terlibat dalam aktivitas keamanan.
Transportasi Udara Sangat Vital di Pedalaman Papua
Penerbangan perintis memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat Papua, terutama di wilayah pegunungan yang belum terhubung secara optimal dengan jaringan jalan darat. Banyak distrik hanya dapat dijangkau menggunakan pesawat kecil karena kondisi geografis yang terjal dan terpencil.
Keberadaan maskapai seperti AMA menjadi bagian penting dalam menjaga distribusi logistik, bahan makanan, obat-obatan, serta kebutuhan pokok lainnya. Selain itu, penerbangan perintis juga membantu mobilitas tenaga kesehatan, guru, pekerja kemanusiaan, dan masyarakat yang membutuhkan layanan darurat.
Gangguan terhadap operasional penerbangan perintis berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi maupun pelayanan publik di wilayah pedalaman. Karena itu, keamanan penerbangan menjadi faktor penting agar distribusi barang dan mobilitas masyarakat tetap berlangsung tanpa hambatan.
Peristiwa yang menewaskan Nicholas F. Goselin sekaligus menghancurkan satu unit pesawat menjadi duka bagi PT AMA dan dunia penerbangan perintis di Papua. Perusahaan menyatakan tetap berkomitmen melanjutkan pelayanan kepada masyarakat dengan armada yang tersedia, sementara proses pemulangan jenazah Nicholas ke negara asal kini difasilitasi oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat sesuai prosedur yang berlaku.
baca juga: “Zulhas Sebut Pembangunan 80 Ribu Koperasi Desa Gandeng TNI Biar Lebih Murah“




Leave a Reply