- bikersleatherjacket – Kapsul Orion yang membawa empat astronot dalam misi Artemis II berhasil melakukan manuver thruster penting pada Kamis (2/4/2026). Manuver ini menandai awal perjalanan keluar dari orbit Bumi menuju Bulan. Langkah ini merupakan upaya astronot untuk mencapai jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia di luar angkasa. Manuver yang dikenal sebagai translunar injection burn dimulai pukul 19.49 ET (23.49 GMT). Manuver ini berfungsi sebagai “jalan keluar” dari orbit Bumi.
Manuver thruster membawa Orion ke lintasan berbentuk angka delapan menuju Bulan. Penggunaan thruster utama terakhir ini sangat krusial. Sisa perjalanan selanjutnya sebagian besar dikendalikan oleh mekanika orbit. Kapsul Orion kini meluncur dengan momentum menuju satelit alami Bumi. Para astronot akan mengalami pengalaman gravitasi yang berbeda.
Komandan misi Reid Wiseman sempat menguji kamera saat berada sekitar 64.000 kilometer dari Bumi. Ia mengungkapkan betapa kecilnya tampilan planet dari jarak tersebut. Wiseman menyamakan pengalaman memotret Bumi dengan mencoba mengambil foto Bulan dari halaman rumah sendiri. Perbandingan ini menunjukkan betapa luasnya ruang angkasa. Bumi terlihat sangat kecil dan rapuh dari kejauhan.
Misi Artemis II menjadi tonggak penting dalam eksplorasi luar angkasa. Ini adalah pertama kalinya manusia akan meninggalkan orbit Bumi dalam beberapa dekade. Keberhasilan manuver thruster membuka jalan menuju pendaratan di Bulan pada misi selanjutnya. Para astronot akan menguji berbagai sistem pendukung kehidupan di luar angkasa. Data dari misi ini sangat berharga untuk persiapan misi berawak ke Mars.
Dunia menyaksikan dengan antusias perjalanan Orion menuju Bulan. Manuver yang sempurna menambah keyakinan pada kemampuan teknologi antariksa modern. Para astronot dalam kondisi sehat dan siap menjalankan tugas. Mereka akan mengorbit Bulan sebelum kembali ke Bumi. Misi ini diharapkan membawa manusia selangkah lebih dekat ke eksplorasi luar angkasa yang lebih dalam.
“Baca Juga : Negara Arab Kecam UU Israel soal Hukuman Mati“
Astronot Artemis II Uji Kamera hingga Atasi Masalah Toilet, NASA Siapkan iPhone untuk Dokumentasi
Selama 26 jam pertama di luar angkasa, astronot misi Artemis II melakukan berbagai tugas penting. Mereka menguji kamera dan mengendalikan sistem kapsul Orion. Kru juga menangani masalah kecil seperti gangguan pada toilet dan email. Pusat kendali misi berhasil memperbaiki semua kendala teknis tersebut. Astronot tetap fokus pada misi utama mereka.
Untuk mendokumentasikan perjalanan, kru menggunakan beragam perangkat canggih. Mereka membawa GoPro, iPhone, dan kamera profesional Nikon. Perangkat yang sama sebelumnya digunakan astronot di International Space Station. Keputusan menyediakan iPhone diambil di bawah arahan Administrator NASA, Jared Isaacman. Isaacman sebelumnya menggunakan iPhone dalam misi SpaceX Dragon pribadi.
NASA berencana merilis foto-foto yang diambil oleh kru setelah momen-momen puncak. Salah satu yang paling dinantikan adalah citra “Earthrise” yang meniru foto legendaris Apollo 8 tahun 1968. Foto Earthrise Apollo 8 menjadi ikon eksplorasi ruang angkasa. Kru Artemis II berharap dapat mengabadikan momen serupa dari perspektif baru. Dokumentasi visual ini akan menjadi warisan berharga bagi umat manusia.
Manuver thruster translunar injection burn telah berhasil dilakukan. Kapsul Orion kini meluncur menuju Bulan dengan lintasan berbentuk angka delapan. Komandan Reid Wiseman sebelumnya menguji kamera dari jarak 64.000 kilometer dari Bumi. Ia mengungkapkan betapa kecilnya tampilan planet dari jarak tersebut. Wiseman menyamakan memotret Bumi dengan memotret Bulan dari halaman rumah.
Misi Artemis II menjadi langkah penting menuju eksplorasi luar angkasa berawak jangka panjang. Keberhasilan teknis dan dokumentasi yang baik akan membantu misi ke Mars di masa depan. Astronot terus mengirimkan data berharga tentang sistem pendukung kehidupan. Dunia menantikan foto-foto spektakuler dari perjalanan ini. NASA berkomitmen membagikan pengalaman luar angkasa kepada masyarakat global.
Toilet Orion US$24 Juta Sempat Bermasalah, Kru Artemis II Bisa Merasa “Benar-Benar Sendiri” di Sana
Tidak lama setelah peluncuran, astronot Christina Koch melaporkan lampu merah pada toilet Orion. Insinyur misi segera melakukan perbaikan dari pusat kendali. Toilet Orion menggunakan sistem Universal Waste Management System yang canggih. Sistem ini menghabiskan biaya sebesar US$24 juta atau setara miliaran rupiah. Alat ini mengumpulkan limbah dengan teknologi suction.
Sistem ini juga mendaur ulang urine menjadi air yang dapat digunakan kembali. Limbah padat disegel dalam kantong khusus untuk dibuang kemudian. Desain ini jauh lebih nyaman dibandingkan sistem toilet Apollo. Toilet Orion dilengkapi corong khusus dan kursi yang memungkinkan penggunaan bersamaan. Astronot tidak perlu antre saat ingin menggunakannya.
“Ini adalah satu-satunya tempat dalam misi di mana kami bisa merasa benar-benar sendiri untuk sejenak,” kata astronot Jeremy Hansen dalam video tahun lalu. Toilet menjadi ruang pribadi di tengah perjalanan luar angkasa yang sempit. Hansen menggambarkan pentingnya momen privasi tersebut bagi kesehatan mental kru. Toilet yang nyaman menjadi bagian penting dari keberhasilan misi jangka panjang.
Misi Artemis II menandai tonggak penting eksplorasi luar angkasa manusia. Teknologi modern dan keselamatan kru menjadi prioritas utama. Kru memiliki kesempatan untuk merekam pengalaman tak terlupakan. Mereka akan mencapai jarak terjauh yang pernah dicapai umat manusia. Bumi akan terlihat sangat kecil dari kejauhan.
Sebelumnya, kapsul Orion berhasil melakukan manuver thruster translunar injection burn. Manuver ini membawa Orion keluar dari orbit Bumi menuju Bulan. Kru juga melakukan pengujian kamera menggunakan GoPro, iPhone, dan Nikon. Mereka mengatasi berbagai masalah kecil termasuk gangguan email. Pusat kendali misi terus memantau kondisi kru dan sistem pesawat. Misi ini menjadi langkah besar menuju eksplorasi luar angkasa berawak yang lebih jauh.
“Baca Juga :Gejolak NATO: Trump Marah, Kunjungan Sekjen Kunci“




Leave a Reply