bikersleatherjacket -Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menjelaskan kemunculan label Indonesia Game Rating System (IGRS) di platform Steam terjadi karena miskomunikasi internal. Pemerintah memastikan kejadian ini bukan hasil kebijakan resmi yang telah disetujui sepenuhnya.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menyampaikan bahwa pihak Steam telah mengakui kesalahan tersebut. Ia menyebut perusahaan platform gim itu telah mengirimkan permintaan maaf melalui email. Permintaan maaf tersebut terkait kelalaian dalam mengikuti prosedur yang berlaku.
Sonny menjelaskan bahwa terdapat satu tahapan penting yang terlewat dalam proses tersebut. Pihak Steam seharusnya terlebih dahulu mengirim laporan klasifikasi gim kepada Kemkomdigi. Setelah itu, kementerian akan memberikan persetujuan sebelum uji coba dilakukan.
“Harusnya mereka kirim laporan klasifikasi gim ke kami terlebih dahulu, lalu kami memberikan izin,” ujar Sonny. Ia menegaskan bahwa prosedur ini menjadi bagian penting dalam sistem pengawasan konten digital di Indonesia.
Kemkomdigi juga menekankan bahwa klasifikasi gim yang sah hanya dapat dilihat melalui situs resmi IGRS. Sistem ini bertujuan memberikan panduan usia dan konten bagi pengguna, terutama untuk melindungi anak-anak dari konten tidak sesuai. IGRS sendiri merupakan standar nasional yang digunakan untuk mengatur distribusi gim digital di Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah memperkuat regulasi ekosistem digital, termasuk sektor gim. Langkah ini dilakukan untuk memastikan perlindungan konsumen dan kepatuhan platform global terhadap aturan lokal. Kasus ini menjadi contoh pentingnya koordinasi antara regulator dan penyedia layanan digital.
Baca juga:“Bocoran Lengkap Spesifikasi Ponsel Foldable Motorola Razr 70”
IGRS di Steam dan Pencabutan Label Akibat Kesalahan Prosedur
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengungkap bahwa platform Steam masih dalam tahap uji coba penerapan Indonesia Game Rating System (IGRS). Namun, proses tersebut sempat memicu polemik karena label rating muncul tanpa verifikasi resmi dari pemerintah.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menjelaskan bahwa Steam melakukan penilaian mandiri terhadap gim. Hasil penilaian tersebut seharusnya dilaporkan kepada Kemkomdigi sebelum ditampilkan ke publik. Prosedur ini bertujuan memastikan akurasi dan kesesuaian klasifikasi dengan standar nasional.
Ia menegaskan bahwa kesalahan terjadi akibat miskomunikasi internal di pihak platform. Steam langsung menampilkan label IGRS tanpa melalui tahapan verifikasi yang diwajibkan. Hal ini menyebabkan label tersebut muncul sebelum mendapatkan persetujuan resmi.
Sebagai tindak lanjut, Steam telah mencabut seluruh label rating IGRS dari gim di platformnya. Saat ini, platform tersebut kembali menggunakan sistem rating internasional seperti sebelumnya. Langkah ini diambil untuk menghindari kesalahpahaman di kalangan pengguna.
IGRS sendiri merupakan sistem klasifikasi resmi di Indonesia yang mengatur batasan usia dan konten gim. Pemerintah mengembangkan sistem ini untuk melindungi pengguna, terutama anak-anak, dari konten yang tidak sesuai. Implementasi IGRS di platform global menjadi bagian dari upaya memperkuat kedaulatan digital nasional.
Integrasi IGRS dengan Steam dan Soroti Ketidaksesuaian Rating Gim
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengungkap bahwa penerapan sistem Indonesia Game Rating System (IGRS) di Steam masih belum terintegrasi penuh. Kondisi ini memicu ketidaksesuaian label rating pada sejumlah gim yang beredar di platform tersebut.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menjelaskan bahwa sistem rating di Indonesia masih membutuhkan penyesuaian teknis. Ia menyebut negara lain telah memiliki sistem yang lebih matang sehingga dapat langsung diterapkan. “Di negara lain sistemnya sudah matang, sementara di Indonesia masih perlu sinkronisasi logika rating,” ujarnya.
Sonny juga menegaskan bahwa hingga kini belum ada nota kesepahaman antara Kemkomdigi dan pihak Steam. Selain itu, integrasi sistem berbasis API juga belum dilakukan untuk mendukung implementasi IGRS. Tanpa kerja sama resmi, proses sinkronisasi data rating menjadi tidak optimal.
Permasalahan ini menjadi sorotan publik setelah ramai dibahas di media sosial. Sejumlah pengguna Steam melaporkan adanya ketidaksesuaian rating pada beberapa gim. Kondisi tersebut dinilai membingungkan pemain, terutama orang tua yang mengandalkan rating sebagai panduan.
Beberapa contoh menunjukkan adanya perbedaan mencolok dalam klasifikasi. Gim dengan konten dewasa justru mendapat label 3+, sementara gim ramah anak diberi rating 18+. Ketidaksesuaian ini menimbulkan kekhawatiran terkait perlindungan pengguna muda.
IGRS sendiri dirancang sebagai sistem klasifikasi nasional untuk memastikan konten gim sesuai dengan usia pengguna. Pemerintah mendorong penerapan sistem ini secara konsisten di seluruh platform digital. Namun, implementasi di platform global membutuhkan koordinasi teknis dan regulasi yang lebih kuat.
Baca juga:“Foto Bumi Dipotret dengan iPhone 17 Pro Max oleh Astronaut Artemis II”




Leave a Reply