bikersleatherjacket – Seorang penumpang asal Indonesia mengalami penyitaan makanan oleh petugas Bandara Haneida, Jepang. Peristiwa ini viral setelah diunggah oleh akun TikTok @yogapangestu479 pada Kamis (6/11/2025). Video tersebut memperlihatkan petugas bandara memeriksa koper dan mengeluarkan berbagai makanan yang dibawa dari Indonesia.
Dalam koper terlihat daging olahan berupa sosis, makanan ringan, bawang, cabai, dan rempah-rempah dalam plastik. Semua barang itu tidak diperbolehkan masuk karena melanggar aturan karantina pangan Jepang. Negara tersebut memiliki regulasi ketat untuk mencegah penyebaran hama dan penyakit hewan.
Aturan Ketat Jepang dan Reaksi Netizen terhadap Insiden di Haneida
Wanita dalam video mengaku sedih karena banyak barang bawaan disita. Ia menyadari tidak bisa berbuat banyak dan harus mengikuti peraturan yang berlaku. Ia menuliskan caption, “Sakit tapi tak berdarah, barange disita guys,” sebagai ungkapan kecewa.
Netizen memberikan beragam komentar. Sebagian memahami aturan Jepang yang dikenal disiplin. Sebagian lainnya merasa iba atas kejadian tersebut. Banyak warganet mengingatkan pentingnya memeriksa regulasi bea cukai sebelum bepergian ke luar negeri. Japan Customs melarang membawa produk hewani tanpa sertifikat kesehatan resmi.
Pakar perjalanan menjelaskan bahwa Jepang memperketat pengawasan sejak munculnya wabah flu babi Afrika dan penyakit mulut dan kuku. Barang seperti daging olahan, sayuran segar, dan rempah tanpa dokumen resmi akan langsung disita.
Insiden ini menjadi pengingat bagi para wisatawan agar lebih teliti sebelum membawa makanan dari luar negeri. Ke depan, edukasi publik tentang aturan perjalanan internasional perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang.
“Baca juga : Ditjen Pajak Ungkap Ciri Shadow Economy yang Jadi Target”
Warganet Soroti Penyitaan Makanan Indonesia di Bandara Haneida Jepang
Video penyitaan makanan asal Indonesia di Bandara Haneida, Jepang, menjadi viral di media sosial. Rekaman tersebut diunggah akun TikTok @yogapangestu479 dan memperlihatkan petugas bandara memeriksa koper penumpang yang membawa berbagai bahan makanan dari Indonesia. Dalam video tampak sosis, makanan ringan, cabai, bawang, hingga rempah-rempah ikut diamankan petugas.
Wanita dalam video mengaku sedih karena barang bawaan mereka disita. Ia hanya bisa pasrah mengikuti aturan ketat Jepang terkait keamanan pangan. Ungkapan “Sakit tapi tak berdarah, barange disita guys,” menarik empati warganet. Jepang dikenal menerapkan regulasi ketat karantina hewan dan tumbuhan untuk mencegah risiko penyakit seperti flu babi Afrika dan penyakit mulut dan kuku.
Netizen pun ramai berkomentar. Akun @abbimaarkana menulis, “Bumbu pecelku 2 kilo disita di bandara Brunai.” Sementara @TIA bertanya, “Kenapa kok gak boleh bawa sosis cenzler?” Ada juga yang heran lokasi kejadian, seperti komentar @DHEARINI, “Penyitaan apa lagii ini?”
Aturan Karantina Jepang dan Barang yang Berisiko Disita di Bandara
Sebagian netizen memberikan penjelasan terkait penyitaan tersebut. Akun @CAPRI♑’1101 menuliskan bahwa produk daging dan olahannya seperti sosis, rendang, abon, hingga bakso dilarang masuk tanpa sertifikat kesehatan resmi. Produk susu, telur, buah, sayur, dan makanan buatan rumah juga termasuk kategori berisiko tinggi. Jepang, seperti Australia, menerapkan standar ketat demi menjaga keamanan pangan dan lingkungan.
Menurut informasi Japan Customs, pelanggaran dapat berujung penyitaan, denda, atau larangan masuk. Sejak 2020, pengawasan barang bawaan semakin diperketat seiring meningkatnya kasus penyakit hewan global. Wisatawan wajib mengisi formulir deklarasi dan melaporkan barang bawaan yang mengandung unsur hewani atau nabati.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi pelancong agar memahami aturan negara tujuan sebelum bepergian. Edukasi tentang regulasi bea cukai dan karantina perlu diperkuat untuk menghindari kerugian materi dan hambatan perjalanan. Ke depan, kesadaran dan persiapan yang lebih baik dapat mencegah kejadian serupa terulang.
“Baca juga : PT Pertamina Dukung Perempuan Adat Kasimle Kelola SDA Lokal”




Leave a Reply