bikersleatherjacket – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencatat kenaikan pada Sabtu, 8 November 2025. Kenaikan ini menjadi yang kedua secara beruntun setelah sebelumnya sempat anjlok tajam. Berdasarkan data logam mulia Antam, harga emas hari ini naik Rp3.000 per gram menjadi Rp2.299.000 dari posisi sebelumnya Rp2.296.000 per gram.
Harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga ikut menguat sebesar Rp3.000 ke level Rp2.164.000 per gram. Artinya, jika pemilik emas ingin menjual kembali logam mulia mereka ke Antam, maka perusahaan akan membelinya di harga tersebut.
Kenaikan harga ini terjadi setelah penurunan tajam beberapa pekan sebelumnya. Rekor tertinggi masih tercatat pada 17 Oktober 2025, saat harga jual mencapai Rp2.485.000 per gram dan harga buyback Rp2.334.000 per gram. Meski belum menyentuh level tertinggi itu, tren kenaikan dua hari berturut-turut menunjukkan adanya potensi pemulihan harga di pasar domestik.
Berikut daftar lengkap harga emas Antam per Sabtu, 8 November 2025:
- 0,5 gram: Rp1.199.500
- 1 gram: Rp2.299.000
- 2 gram: Rp4.538.000
- 3 gram: Rp6.782.000
- 5 gram: Rp11.270.000
- 10 gram: Rp22.485.000
- 25 gram: Rp56.087.000
- 50 gram: Rp112.095.000
- 100 gram: Rp224.112.000
- 250 gram: Rp560.015.000
- 500 gram: Rp1.119.820.000
- 1.000 gram: Rp2.239.600.000
Dolar Melemah dan Ketidakpastian AS Dorong Permintaan Emas
Kenaikan harga emas global menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga emas Antam. Mengutip CNBC, harga emas spot naik 0,7% menjadi USD4.007,01 per ons, sedangkan harga emas berjangka untuk pengiriman Desember naik 0,6% ke USD4.013,10 per ons.
Dolar Amerika Serikat (AS) yang melemah membuat emas batangan lebih menarik bagi investor luar negeri. Selain itu, kekhawatiran atas potensi penutupan pemerintahan AS turut meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven seperti emas.
Analis Senior Kitco Metal, Jim Wyckoff, menyebut bahwa pergerakan teknikal terbaru menunjukkan potensi terbentuknya batas bawah harga emas dan perak. Menurutnya, emas berpotensi menguat dalam kondisi suku bunga rendah karena dianggap sebagai aset lindung nilai yang stabil di tengah ketidakpastian ekonomi.
Dengan kondisi tersebut, para pelaku pasar kini menanti langkah The Federal Reserve dalam menentukan arah suku bunga ke depan. Jika The Fed memangkas suku bunga, maka harga emas berpeluang melanjutkan tren kenaikannya pada pekan mendatang.
“Baca juga : Boeing Defense Rekrut Pegawai Baru Usai Aksi Mogok”
Peluang Pemangkasan Suku Bunga The Fed Picu Optimisme Pasar Emas
Pasar keuangan global kini memperkirakan adanya peluang sebesar 67% bahwa Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember 2025. Data tersebut berdasarkan alat FedWatch CME Group, yang sering dijadikan acuan untuk mengukur ekspektasi kebijakan moneter AS.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga ini mendorong optimisme terhadap kenaikan harga emas, karena biaya peluang untuk memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi lebih rendah. Investor global mulai menambah portofolio logam mulia sebagai bentuk perlindungan dari ketidakpastian ekonomi.
Kebijakan moneter yang lebih longgar cenderung melemahkan dolar AS, sehingga membuat emas lebih murah bagi investor luar negeri. Kondisi ini memperkuat permintaan dan menjaga momentum kenaikan harga yang sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sementara itu, analis memperkirakan volatilitas harga emas masih akan tinggi dalam jangka pendek. Pasalnya, pasar menanti kejelasan arah kebijakan The Fed dan data inflasi terbaru AS sebelum mengambil posisi lebih agresif.
Ketegangan Perdagangan dan Kebijakan Tiongkok Dukung Daya Tarik Emas
Selain faktor suku bunga, dinamika geopolitik juga memengaruhi pergerakan harga emas global. Pemerintah Tiongkok dilaporkan sedang merancang rezim baru untuk perizinan ekspor tanah jarang, bahan penting dalam industri teknologi tinggi. Langkah ini bisa mempercepat pengiriman tetapi tidak akan sepenuhnya mencabut pembatasan yang diharapkan Washington.
Menurut catatan Commerzbank, gejolak kebijakan perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat memang sedikit mereda, namun belum benar-benar terselesaikan. “Oleh karena itu, emas kemungkinan akan tetap diminati sebagai aset safe haven,” tulis lembaga tersebut.
Di pasar logam lainnya, perak spot naik 0,6% menjadi USD48,26 per ons, sementara platinum turun 0,5% ke USD1.533,10 per ons. Paladium relatif stabil di USD1.374,75 per ons. Meski mengalami fluktuasi, ketiga komoditas itu diperkirakan mencatatkan penurunan mingguan karena tekanan pasar global yang masih tinggi.
Dalam konteks ini, kombinasi antara ekspektasi pemangkasan suku bunga dan ketegangan perdagangan membuat emas tetap menjadi pilihan utama investor yang mencari stabilitas di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Baca juga : Mi Instan Berisiko Pemicu Usus Buntu? Fakta Terbaru Terungkap”




Leave a Reply